AGAM, METRO–Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Kabupaten Agam. Bantuan berupa satu truk penuh kebutuhan pokok, kasur, pakaian anak-anak, dan perlengkapan lainnya diserahkan pada Jumat (5/12).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, kepada Bupati Agam, Benni Warlis, di Cabang Kejaksaan Negeri Agam di Maninjau untuk kemudian disalurkan kepada korban terdampak.
“Satu truk bantuan yang kita serahkan berisi beras, telur, sarden, air mineral, pakaian anak dan berbagai kebutuhan lainnya. Semoga ini dapat meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Muhibuddin.
Bantuan tersebut juga diprioritaskan untuk mendampingi 29 anak pegawai adhyaksa di Cabang Kejari Agam Maninjau yang turut menjadi korban banjir bandang. Sejumlah tempat tinggal dan rumah kos pegawai Kejaksaan dilaporkan rusak, termasuk rumah empat pegawai Kejari Padang dan satu pegawai Kejari Bukittinggi, sehingga mereka terpaksa mengungsi sementara di kantor.
Muhibuddin menyampaikan bahwa Kejaksaan Agung sebenarnya ingin hadir langsung, namun kondisi medan belum memungkinkan. Melalui pertemuan virtual, Kejagung memastikan bantuan dikirim sesuai kebutuhan mendesak para pegawai dan masyarakat umum.
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyambung hidup sementara bagi korban. Semoga badai ini segera berlalu dan masyarakat kembali bangkit,” tuturnya.
Selain menyalurkan bantuan, Kejati Sumbar juga menyoroti pentingnya langkah mitigasi ke depan untuk mengantisipasi potensi bencana serupa.
“Lokasi-lokasi rawan bencana harus dievaluasi. Rumah yang tidak lagi layak sebagai tempat tinggal perlu dicarikan alternatif baru demi keselamatan jiwa,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung serta jajaran Kejati Sumbar dan Kejari Agam atas kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.
“Bantuan diserahkan langsung secara daring dari Kejagung untuk anak-anak adhyaksa dan warga sekitar. Ini sangat membantu,” ujarnya.
Bupati Benni melaporkan bahwa bencana longsor, banjir dan banjir bandang yang melanda wilayah Agam menimbulkan dampak besar: 171 orang meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, dan berbagai elemen relawan masih melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Batang Ganggang, lokasi yang disebut menjadi pusat luapan air.
Hingga saat ini sebanyak 11.624 warga terpaksa mengungsi ke delapan kecamatan. Para pengungsi untuk sementara tinggal di rumah keluarga, tempat ibadah, serta lokasi penampungan lainnya. (pry)






