BERITA UTAMA

Penanganan Bencana, Pemprov Sumbar Ajukan Pengembalian Dana Efisiensi Rp2,6 Triliun

0
×

Penanganan Bencana, Pemprov Sumbar Ajukan Pengembalian Dana Efisiensi Rp2,6 Triliun

Sebarkan artikel ini
TINJAU— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama Bupati Agam, Benni Warlis mendampingi Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan ke lokasi terdampak bencana di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (4/12).

AGAM, METROGubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat agar dana efisiensi tahun 2026 sebesar Rp2,6 triliun dapat dikembalikan ke daerah untuk percepatan penanganan bencana.

“Karena itu saya sudah bersurat kepada Bapak Presiden dan Menteri Keuangan agar dana tersebut dapat dikembalikan ke Sum­­bar untuk penanganan ben­cana,” ujar Mahyeldi usai menyambut kehadiran Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (4/12).

Mahyeldi menegaskan bahwa dana yang saat ini di­miliki pemerintah pro­vinsi maupun kabupaten/kota tidak mencukupi untuk mem­biayai kebutuhan re­konstruksi pascabencana.

“Dengan dana yang tersedia sekarang, kita tidak mampu melakukan rehab dan rekonstruksi. Sementara kebutuhan ma­syarakat harus segera dipenuhi,” katanya.

Terkait status bencana nasional, Mahyeldi menyampaikan bahwa permohonan sudah diajukan, namun keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

“Itu urusan pemerintah pusat. Yang terpenting bagi kita kebutuhan masyarakat terpenuhi dan pendanaan rehabilitasi tersedia, apa­kah statusnya nasional atau regional,” ucapnya.

Mahyeldi juga me­ne­gaskan bahwa sejauh ini pe­merintah pusat telah mem­berikan kontribusi dalam penanganan ben­cana di Sumbar.

“Kementerian terkait sudah turun, Presiden dan Wapres sudah datang, serta alat bantu penanganan juga menggunakan APBN,” tambahnya.

Selain penanganan tang­gap darurat, Pemprov Sumbar juga tengah menyiapkan pemukiman baru bagi warga terdampak bencana galodo yang hingga kini masih berada di pengungsian.

“Kita ingin masyarakat segera pindah ke tempat yang lebih aman. Anak-anak juga harus bisa kem­bali sekolah. Insyaallah ini segera dieksekusi agar akses pendidikan dan pemukiman kembali berja­lan,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan hunian bagi korban bencana akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan.

“Alhamdulillah, Kementerian Perumahan sudah berkomitmen. Tadi Wapres juga menyampaikan bahwa pembangunan perumahan akan ditanggung APBN,” tegasnya.

Pemerintah juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, seperti makanan dan layanan kesehatan, tetap berjalan selama proses relokasi berlangsung.

Mahyeldi menutup de­ngan menyebut bahwa total kerugian akibat bencana galodo di Sumbar mencapai sekitar Rp4 triliun. (pry)