BERITA UTAMA

Cegah Kecelakaan saat Musim Libur Nataru, Pengemudi Diingatkan Waspada Kelelahan hingga Kelebihan Muatan

1
×

Cegah Kecelakaan saat Musim Libur Nataru, Pengemudi Diingatkan Waspada Kelelahan hingga Kelebihan Muatan

Sebarkan artikel ini
EDUKASI— Kasi Mitra Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, AKBP Muhammad Bima Jauhari pada sesi edukasi Lalamove Driver Academy.

JAKARTA, METRO–Menjelang puncak mu­sim liburan akhir tahun, isu keselamatan dan keamanan pengemudi kembali menjadi sorotan utama. Meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai rute wisata membuat risiko kecelakaan dan gangguan perjalanan turut me­n­ingkat, sehingga kewas­padaan para pengendara menjadi kunci untuk menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman.

Kondisi kendaraan, cuaca, hingga kepadatan lalu lintas menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan selama periode liburan. Dengan aktivitas perjalanan yang mencapai titik tertinggi, pemahaman mengenai faktor risiko di jalan raya menjadi langkah awal untuk memastikan pengalaman berkendara tetap aman dan minim gangguan.

Berdasarkan laporan Kementerian Perhubungan (2024), terdapat lebih dari 225 juta pergerakan ma­syarakat di seluruh Indonesia selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan mobilitas tersebut berdampak pada meningkatnya aktivitas transportasi, termasuk arus logistik dan pergerakan kendaraan di berbagai wilayah.

Sementara itu, data Integrated Road Safety Ma­nagement System (IRSMS) Korlantas Polri pada 2025 menunjukkan bahwa sebanyak 3.434 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi selama libur Nataru 2024–2025. Situasi ini menjadi salah satu alasan Lalamove, platform pengiriman dan perjalanan, untuk menegaskan kembali pentingnya kesiapan serta aspek keselamatan bagi para mitra pengemudinya di la­pangan.

Hal ini dilakukannya melalui Lalamove Driver Academy. Program ta­hu­nan ini dilakukan untuk pemberdayaan mitra pe­ngemudi yang berfokus pada peningkatan kompetensi dari segi Keamanan, Kewirausahaan, dan Pe­nge­tahuan (KKP) jelang lonjakan aktivitas logistik di akhir tahun.

Andito B Prakoso, Managing Director Lalamove Indonesia menegaskan bahwa keselamatan mitra pengemudi menjadi pilar utama pada keberlangsu­ngan perusahaan sebagai platform logistik.

“Dalam periode permintaan pengiriman yang meningkat di akhir tahun, kami ingin memastikan mitra tidak hanya dapat bekerja secara optimal, tetapi juga bekerja dengan aman. Melalui ini, kami terus me­ningkatkan edukasi kepada mitra mengenai keselamatan berkendara, literasi digital, hingga kewirausahaan agar mitra dapat tum­buh baik secara profesional maupun secara eko­nomi,” kata Andito pada sesi diskusi di Jakarta, Rabu (3/12).

Pada diskusi kali ini, Kasi Mitra Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, AKBP Muhammad Bima Jauhari turut menjelaskan pentingnya keselamatan berkendara pada puncak mobilitas Nataru, pola kecelakaan pengemudi logistik roda dua dan roda empat, serta teknik mengantisipasi isu Over Dimension Overload (ODOL).

“Pada momen liburan akhir tahun, mobilitas me­ningkat tajam sehingga pengemudi, khususnya di sektor logistik, perlu lebih waspada terhadap faktor-faktor pemicu kecelakaan seperti kelelahan, blind spot, hingga kelebihan mua­tan,” ungkap AKBP Bima.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan yang diwakilkan oleh Ade Novarina, Account Representative Khusus BPJS Ketenagakerjaan Grogol, menjelaskan urgensi perlindu­ngan jaminan sosial bagi pengemudi transportasi online, termasuk pula tata cara pendaftaran, pembayaran, hingga proses klaim manfaat.

Penyampaian ini pun tampak semakin relevan lantaran data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa dari sekitar 2 juta pengemudi transportasi online di Indonesia, baru sekitar 15 persen yang saat ini terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan dalam aspek keselamatan kerja.

Sesi diskusi kali ini pun dihadiri oleh 100 mitra dri­ver yang terdiri dari 50 pengemudi roda dua dan 50 pengemudi roda empat. Dengan ini, perusahaan tak hanya berfokus pada keselamatan berkendara, melainkan pengembangan kompetensi mitra melalui pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan keua­ngan, penguatan literasi di­gital, serta akses pembelajaran dari para ahli industri logistik. (jpg)