AGAM/BUKITTINGGI

Wapres Gibran Prioritaskan Kelompok Rentan di Pengungsian

0
×

Wapres Gibran Prioritaskan Kelompok Rentan di Pengungsian

Sebarkan artikel ini
TEMUI PENYINTAS BANJIR BANDANG— Wapres Gibran saat menemui para penyintas banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kamis (4/12).

AGAM, METRO–Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan balita harus menjadi prioritas utama selama berada di pengungsian akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam.

“BNPB, pemerintah da­erah, dan seluruh unsur terkait memastikan kebutuhan lansia, ibu hamil, anak-anak, dan balita terpenuhi, terutama makanan tiga kali sehari, air bersih, serta kebutuhan lainnya,” ujar Gibran saat menemui para penyintas banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kamis (4/12).

Selain kebutuhan da­sar, Gibran juga menekankan prioritas untuk pemulihan pendidikan anak-anak. Pemerintah pusat berkomitmen membangun kem­bali fasilitas sekolah yang terdampak.

Pada hari yang sama, Gibran melakukan kunju­ngan ke tiga provinsi — Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh — untuk memastikan percepatan pemulihan di wilayah bencana.

“Bapak dan ibu tidak sendiri. Pemerintah akan terus hadir di lapangan memastikan kondisi pulih,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbaikan akses komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, dan jalan akan dipercepat agar distribusi logistik dan BBM kembali lancar.

“Saya diperintahkan Presiden untuk mempercepat pemulihan daerah me­lalui jalur darat, laut, dan udara. Semua informasi di lapangan akan kami laporkan kepada Presiden,” kata Gibran.

Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis memaparkan data terkini dam­pak banjir bandang. Sebanyak 169 warga dilaporkan me­ninggal dunia, 86 orang masih hilang, 35 orang mengalami luka dan dirawat, serta 12.800 warga mengungsi.

“Data 86 orang hilang ini berasal dari laporan keluarga. Kemungkinan ma­sih ada warga hilang yang belum dilaporkan,” ujar Benni.

Kerusakan infrastruktur juga meluas hingga ke jalan, jembatan, lahan pertanian, perkebunan, serta pemukiman warga. Total pengungsi diperkirakan mencapai 15 ribu orang, termasuk warga yang ma­sih terisolasi di sejumlah kecamatan.

Distribusi logistik dilakukan melalui jalur da­rat, laut, dan jalur Danau Maninjau untuk menjangkau wilayah pengungsian isolasi di Nagari Sungai Batang dan Tanjung Sani.

Usai mengunjungi pe­ngungsian, Wapres Gibran bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Bupati Agam Benni Warlis, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, dan rombongan meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. (pry)