METRO PADANG

Pasca Banjir Bandang, Ekskavator Keruk Material Sungai, Dapur SPPG Suplai Makanan Pengungsi

1
×

Pasca Banjir Bandang, Ekskavator Keruk Material Sungai, Dapur SPPG Suplai Makanan Pengungsi

Sebarkan artikel ini

PADANG, METROUpaya pemulihan pascabanjir terus di­gencarkan Pemerintah Kota Padang di berbagai titik aliran sungai yang terdampak. Pada Rabu (3/12), fokus pembersihan diarahkan ke Sungai Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, salah satu lokasi yang mengalami penumpukan material banjir paling parah.

Material kayu berukuran besar, pasir, dan lumpur terbawa arus deras saat banjir bandang terjadi sehingga mengendap di badan sungai. Kondisi ini berpotensi menghambat kelancaran aliran air dan memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani.

Untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah menurunkan dua unit ekskavator guna mengang­kat tumpukan kayu dan menggali sedimen pasir yang menutup sebagian alur sungai.

Pengerjaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari titik lokasi dengan jumlah material paling berat agar aliran air dapat kem­bali mengalir normal tanpa hambatan.

Material hasil pengerukan sementara dipindahkan ke sisi sungai sebelum dilakukan penataan lanjutan oleh petugas dan pihak terkait.

Pembersihan berlangsung sejak pagi hingga selesai, melibatkan operator alat berat, petugas teknis lapangan, serta dukungan masyarakat sekitar yang turut membantu proses pengamanan area.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi per­cepatan pemulihan pas­cabanjir sekaligus upaya preventif untuk memastikan kawasan sepanjang Sungai Batang Kabung Ganting tetap aman saat curah hujan meningkat.

Sementara itu, dampak banjir bandang yang melanda Sumatera Barat, khu­susnya Kota Padang, hingga kini masih menyisakan kerusakan parah di permukiman warga. Banyak keluarga kehilangan akses terhadap makanan, logistik, air bersih, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Kondisi darurat tersebut mendorong Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran Pemko Pa­dang untuk turun langsung meninjau wilayah terdampak dan memastikan kebutuhan masyarakat terpe­nuhi.

Dalam kunjungan ke Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (27/11), Fadly Amran menegaskan percepatan penyaluran bantuan makanan melalui dapur SPPG, yang biasanya melayani program Menu B2G (MBG) untuk siswa sekolah.

“Saya sudah minta da­pur SPPG untuk mengalihkan makanan yang tadinya untuk MBG siswa se­ko­lah dialihkan untuk pengungsi. Karena sekolah sudah diliburkan,” tegas Fadly.

Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Alfiadi. Ia menyebut bahwa penyaluran makanan bagi penyintas banjir sudah dilakukan sejak hari pertama bencana hingga Minggu.

“Memang betul, di hari pertama bencana sampai hari Minggu, MBG langsung didistribusikan untuk korban sesuai arahan Pak Wali Kota,” ujar Alfiadi pada Rabu (3/12).

Mulai Senin (1/12), penyaluran MBG kembali dilakukan ke sekolah-sekolah yang telah memulai kegiatan belajar mengajar. Namun bagi sekolah yang belum kembali beroperasi, dapur MBG tetap dialihkan untuk memasok makanan ke posko-posko pengungsian.

Kebijakan adaptif tersebut dinilai tepat dan memberikan dampak nyata bagi warga terdampak, terutama bagi keluarga yang kehilangan sumber pangan akibat rumah terendam lumpur dan material banjir.

Selain pemenuhan kebutuhan makanan, pemerintah terus memantau kondisi lapangan dan melakukan evaluasi harian untuk percepatan pemulihan infrastruktur, logistik, dan pasokan air bersih.

Dalam beberapa hari ke depan, Pemko Padang menargetkan kondisi darurat dapat berangsur stabil sehingga masyarakat terdampak dapat menjalani masa transisi dengan lebih aman. (brm)