SOLOK, METRO–Pemulihan pascabencana di Kota Solok terus dikebut. Enam hari setelah banjir besar melanda, Pemerintah Kota Solok kembali menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Bencana di Posko Utama Penanggulangan Bencana Kota Solok, Halaman Balai Kota, Selasa (2/12).
Rapat dipimpin langsung Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, dan dihadiri Wakil Wali Kota H. Suryadi Nurdal, SH, Sekretaris Daerah Dr. Desmon, para Kepala OPD, Direktur Perumda Pincuran Gadang, para camat, serta lurah se-Kota Solok.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa percepatan penanganan darurat harus menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh unsur untuk bekerja cepat dan tepat, terutama dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Mari kita bekerja dengan gerak cepat. Maksimalkan seluruh armada untuk menyalurkan bantuan. Berikan data yang valid dan lengkap agar penanganan tanggap darurat sampai tanggal 8 Desember ini berjalan efektif,” tegas Wako.
Ramadhani Kirana Putra menjelaskan, koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama agar seluruh bantuan dan layanan publik dapat diterima warga tanpa hambatan. Komitmen bersama menurutnya sangat penting, mengingat situasi darurat masih berlangsung.
Selain penanganan logistik, kebutuhan air bersih menjadi fokus utama. Perumda Pincuran Gadang bersama Pemko Solok terus berupaya memperbaiki jaringan pipa di Guguak Rantau yang rusak parah akibat banjir.
Untuk mempercepat pemulihan layanan air, personel TNI turut dikerahkan ke area terdampak guna membantu perbaikan teknis di lapangan.
Pemerintah juga memastikan warga tetap dapat mengakses air bersih selama perbaikan berlangsung. Titik-titik penampungan air telah ditempatkan di setiap wilayah yang membutuhkan.
Pemkot Solok mengimbau masyarakat mendatangi titik penampungan air terdekat apabila pasokan ke rumah belum sepenuhnya pulih.
Rapat koordinasi ini ditutup dengan penyusunan langkah teknis lanjutan dan pembagian tugas lintas sektor untuk memastikan fase tanggap darurat berjalan maksimal hingga batas yang telah ditetapkan. (vko)






