PADANG, METRO—Polda Sumbar kembali menunjukkan wajah humanis Polri dengan hadir langsung di tengah para pengungsi korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar.
Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, Polwan Polda Sumbar juga terjun memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) kepada anak-anak yang terdampak bencana.
Di berbagai titik pengungsian mulai dari Lumin Park, Gunung Nago, Koto Panjang Ikur Koto, Sungai Lareh, hingga posko lainnya Polwan mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, menggambar, dan melakukan aktivitas kreatif yang dirancang untuk memulihkan rasa aman setelah melalui pengalaman traumatis.
Senyum anak-anak yang kembali muncul menjadi bukti bahwa pendekatan lembut dan penuh empati sangat dibutuhkan di saat krisis.
Tidak berhenti di situ, Polwan Polda Sumbar juga ikut memperkuat dapur umum. Mereka dengan segala ketulusan hatinya membantu mempersiapkan bahan makanan, memasak, dan mendistribusikan makanan hangat kepada para pengungsi terutama anak-anak, lansia, dan ibu-ibu yang sangat membutuhkan asupan cukup dalam situasi darurat.
Selain tim dari Polwan dari Bagpsi Biro SDM Polda Sumbar, personel psikologi dari berbagai Polres jajaran juga turun memberikan layanan serupa di wilayah masing-masing untuk memastikan pemulihan mental warga mereka yang terdampak bencana.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, langkah cepat ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang mengalami trauma dan tekanan psikologis setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda.
“Bagpsi Biro SDM Polda Sumbar bersama polres jajaran hari ini melaksanakan dukungan psikososial, pendampingan, konseling, dan trauma healing kepada ibu-ibu serta anak-anak korban banjir dan galodo di beberapa lokasi di Kota Padang, termasuk Batu Busuak dan Ikur Koto, “ ujar Kombes Pol Susmelawati, Selasa (2/12).
Kombes Pol Susmelawati menegaskan bahwa kegiatan ini juga menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan, yang dinilai paling membutuhkan pendampingan untuk memulihkan kestabilan psikologis pasca-bencana.
“Kegiatan ini bertujuan meringankan beban psikologis masyarakat yang rumahnya rusak berat bahkan hancur, serta membantu mereka kembali bangkit. Layanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi korban dinyatakan stabil, “ tambahnya.
Menurut Kombes Pol Susmelawati, pihaknya memastikan kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa tanggap darurat. Polwan Polda Sumbar akan terus hadir di posko-posko. Kami ingin masyarakat, terutama anak-anak, merasa aman, diperhatikan, dan didampingi.
“Anak-anak boleh saja kehilangan rumah, tetapi tidak kehilangan harapan dan Polri memastikan harapan itu tetap menyala. Upaya pemulihan psikologis ini diharapkan dapat membantu warga mempercepat proses bangkit dari dampak bencana, sekaligus memastikan kondisi mental masyarakat tetap terjaga di tengah masa pemulihan,” tutup dia. (*)






