AGAM, METRO—Memasuki hari keenam, upaya pencarian korban hilang dalam banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menemukan sejumlah kendala dan hambatan. Meski begitu, Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan penyisiran di tiga nagari, yaitu Salareh Aia, Salareh Aia Timur, dan Tigo Koto Silungkang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi mengatakan, perkembangan terbaru pencarian korban hilang terus dilakukan tim gabungan yang terdiri dari semua unsur di antaranya Basarnas, BPBD, Pemerintah Kecamatan, Dinas Sosial, hingga TNI dan Polri serta masyarakat.
“Saat ini terdapat sejumlah hambatan yakni akses menuju daerah yang terpencil atau terisolasi akibat kerusakan infrastruktur. Selain itu, tim juga terkendala terkendala dalamnya lumpur dan luasnya areal terdampak bencana,” ungkap Luthfi.
Selain kesulitan dalam pencarian korban hilang, kata Luthfi, logistik untuk diberikan kepada warga juga sulit terjangkau, sehingga untuk mengirimkan suplai logistik dengan menggunakan jalur udara dengan helikopter. Dampaknya, jumlah logistrik yang bisa dipastok kepada warga menjadi terbatas karena daya angkut dari helikopter.
“Kemudian, penanganan pengungsi juga menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Agam untuk dievakuasi ke lokasi aman,” ujar Muhammad Lutfi.
Sementara itu, Dandim 0304/Agam, Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso menyatakan, saat ini yang dibutuhkan dalam penanganan pada lokasi terdampak yakni penambahan alat berat. Sebab, pada area terdampak banjir dan longsor, material berupa lumpur, kayu dan batang pohon masih menumpuk.
“Saat ini kamisudah berkoordinasi dengan Bupati Agam untuk segera menambah alat berat ke lokasi terdampak bencana yang terbagi di beberapa titik. Sebab, jika tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan material lumpur akan mengeras dan menyulitkan proses pembersihan berikutnya,” ujarnya.
Terpisah, Koordinator lapangan operasi SAR di Kecamatan Palembayan, Hatta Priono mengatakan, hingga Selasa pagi, ada 60 orang dalam pencarian, yaitu 19 orang di Salareh Aia, 39 orang di Salareh Aia Timur, dan 2 orang di Tigo Koto Silungkang,” kata Hatta ketika dijumpai di Posko Basarnas, Nagari Salareh Aia Timur.
“Ada 90 orang tim SAR gabungan yang diturunkan mencari korban. Petugas mengikuti aliran Sungai Alahan Anggang (disebut juga Nanggang) dan menyisir titik-titik yang diduga ada korban. Alat berat juga digunakan di lokasi tertentu. Kendala di lapangan, pertama, lumpur yang ketinggiannya mencapai lebih dari 1 meter. Kedua, areal bencana yang sangat luas dan terpecah-pecah,” ujarnya.
Kapolres Agam, AKBP Muari mengatakan, sebagian besar korban yang ditemukan di Palembayan baru yang ada di permukaan. Korban yang hilang kemungkinan tertimbun lumpur. Menurutnya, lumpur di lokasi bencana di Palembayan masih lunak dan dalam sehingga membahayakan. (*)






