BERITA UTAMA

Update Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar, 196 Meninggal Dunia, 117 masih Dicari

0
×

Update Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar, 196 Meninggal Dunia, 117 masih Dicari

Sebarkan artikel ini
PENYISIRAN— Tim SAR gabungan melakukan penyisiran untuk mencari korban bencana banjir bandang di Agam.

PADANG, METROJumlah warga Sumatra Barat (Sumbar) yang meninggal dunia dan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor) mengalami penambahan signifikan. Pada Selasa (2/12), jumlah korban me­ninggal mencapai 196 orang dan 117 orang masih dalam pencarian.

Jumlah itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam jumpa pers secara virtual. Menurutnya, korban tewas dalam bencana Sumatra yaitu Sumbar, Sumut dan Aceh sebanyak 708 orang dan 499 jiwa hilang.

“Korban meninggal di Sumbar tercatat 196 orang dan 117 hilang. Untuk Sumbar fokus utama pembukaan akses di Agam dan Padang Panjang yang terdampak banjir longsor di kawasan Gunung Singgalang. Ini menjadi atensi fokus dipulihkan secepat mungkin,” kata Abdul Muhari.

Ditambahkan Abdul Mu­hari, BNPB juga mencatat korban tewas di Pro­vinsi Aceh sebanyak 218 orang dan 227 jiwa hilang pasca-bencana. Upaya pen­carian pertolongan ma­sih dilakukan dan jadi prioritas dari tim gabungan meskipun 1 minggu bekerja.

Sedangkan Sumatera Utara menjadi provinsi yang terbanyak korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir November 2025.  Jum­lah korban meninggal dunia 294 jiwa dan hilang 155 jiwa.

“Upaya pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan dan menjadi prioritas oleh tim gabungan. Kami berharap kondisi cuaca yang mendukung dapat mempercepat operasi,” ujarnya.

Kondisi cuaca cerah dinilai sangat menunjang operasi di lapangan. BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara ma­sih terus melakukan operasi modifikasi cuaca.

“Dukungan dari modifikasi cuaca ini juga mempercepat operasi pemulihan atau pembukaan akses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor maupun lumpur. Ope­rasi modifikasi cuaca akan terus dilakukan hingga upaya pencarian, pertolongan, dan pemulihan akses transportasi darat selesai,” jelas Muhari.

Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyebut data jumlah korban tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi dari kabupaten/kota terdampak. Da­ri 16 kabupaten/kota terdampak, pada 9 daerah di antaranya terdapat korban meninggal dunia atau hilang.

“Jumlah korban terbanyak di Kabupaten Agam. Data akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru. Dengan pembaharuan da­ta ini, maka total jumlah korban bencana hidrometeorologi di Sumbar hingga saat ini berjumlah 196 orang meninggal dunia dan 117 orang masih dinyatakan hilang,” kata Arry.

Sementara tujuh Kabupaten/Kota lainnya nihil korban jiwa ataupun orang hilang, seperti Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Ka­bupaten Pasaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok.

“Pperkembangan data korban akan terus diperbarui secara berkala melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar,” tutup dia. (*)