Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka secara resmi kegiatan festival literasi Kota Pariaman tahun 2025 di gedung perpustakaan umum daerah Kota Pariaman, kemarin.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pariaman sesuai dengan visi misinya yakni : terwujudnya Pariaman Kota wisata yang maju, kreatif berbasis agama dan berbudaya, salah satunya dengan festival literasi ini. “Festival literasi bukan hanya kegiatan yang seremonial saja, karena ini adalah ruang bagi kita untuk memperbanyak pengetahuan, membuka cakrawala dan menumbuhkan budaya serta membaca dan berfikir kritis ditengah masyarakat. Diera digital yang serba cepat kemampuan literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis tetapi juga memahami informasi, memilah kebenaran serta menggunakan ilmu untuk berkarya dan berkontribusi,” ucapnya, kemarin.
Kegiatan Festival Literasi ini berlangsung selama tiga hari 2025. Yota Balad menuturkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan dengan kemajuan fisik tetapi kualitas Sumber Daya Manuasia (SDM), literasi adalah pondasi utama dari kualitas tersebut.
“Kota yang gemar membaca adalah kota yang maju, masyarakat yang melek literasi adalah masyarakat yang mandiri, kreatif dan berdaya saing, oleh karena itu Pemko Pariaman berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem literasi melalui kapasitas perpustakaan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dukungan terhadap literasi dan pengembangan program literasi sekolah dan memanfaatkan teknologi digital adalah akses pengetahuan yang lebih luas. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa kolaborasi, dunia pendidikan, keluarga, komunitas dan pemerintah harus berjalan bersama.
“Para pelajar dan generasi muda, mereka adalah wajah masa depan Kota Pariaman, wajah Provinsi Sumbar dan Indonesia, hal ini sesuai dengan visi misi Presiden RI Prabowo Subianto “Menjadikan Indonesia Emas Tahun 2045. Bermimpi besarlah, ingatlah satu buku dapat mengubah cara berpikir, satu penggagas dapat mengubah masa depan,” ulasnya. (efa)






