METRO PESISIR

Wawako Mulyadi Bersama Sekda, Tinjau Bendungan Irigasi yang Rusak

0
×

Wawako Mulyadi Bersama Sekda, Tinjau Bendungan Irigasi yang Rusak

Sebarkan artikel ini
TINJAU—Wawako bersama sekda saat tinjau bendungan rusak.

PARIAMAN, METRO–Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi bersama Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar , kema­rin, melakukan peninjauan ke Bendungan Irigasi Air Santok yang terletak di De­sa Cubadak Menta­wai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Pe­ninjauan ini dilakukan setelah ada­nya laporan mengenai kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan cukup berat,karena hujan lebat berberapa hari yang lalu.

Mulyadi menyatakan bahwa kondisi bendungan saat ini membutuhkan penanganan segera dan serius. Ia menyoroti bahwa kerusakan pada bendungan tersebut bukan hanya masalah teknis, tetapi me­nyangkut dua aspek krusial bagi masyarakat.

“Hari ini kita berada di Bendungan Irigasi di Desa Cubadak Mentawai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Ada bebe­rapa kerusakan yang cukup berat, seperti yang kita lihat bersama. Dan ini harus dilakukan penanganan se­gera,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa bendungan ini adalah urat nadi pengairan bagi ribuan hektar lahan pertanian masyarakat di sekitarnya. Jika kerusakan dibiarkan, pasokan air akan terganggu, yang berpotensi me­nyebabkan gagal panen dan mengancam ketahanan pangan lokal.

“Kita koordinasikan ber­­sama OPD terkait dan kita meminta untuk dilakukan segera perbaikan atas ke­rusakan yang terjadi akibat tingginya curah hujan di Kota Pariaman beberapa hari terakhir, “ ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar usai menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pariaman sudah menetapkan kondisi tanggap darurat melalui keputusan Walikota Pariaman.

“Peninjauan ini kita la­kukan untuk kondisi lapangan terkini, baik prasarana, fisik, pertanian dan lahan masyarakat. Untuk Bendungan Irigasi di Desa Cubadak Mentawai, ada beberapa kerusakan yang cukup berat, dan ini harus dilakukan penanganan se­gera karena ini me­nyang­kut dengan tanah, lahan pertanian, keselamatan masyarakat dan ini terkait nanti dengan pasokan air minum ke Kota Pariaman, “ ujarnya.

Ia menambahkan karena sedimen ada di atas dan itu menjadi salah satu pe­nyebab kenapa aliran air begitu keras dan menghantam bangunan irigasi sehingga terjadinya kerusakan , ini harus segera  ditangani dalam rangka keselamatan semua kita.

“Tetap waspada de­ngan kondisi cuaca ekstrem sesuai anjuran BM­KG, kita juga enggak bisa prediksi cuaca ekstrem ini akan berhenti, yang paling penting, tetap waspada, kemudian seluruh aparatur mulai dari desa, kelurahan melaporkan secara berjenjang situasi yang dihadapi masyarakat, dokumentasikan. Semoga semuanya cepat berlalu dan kita semua selau diberi perlindungan, “ tutupnya. (efa)