PADANG, METRO—Polda Sumbar menerima bantuan mobil pendingin (cold storage) dari Dinas Pertanian Provinsi Sumbar sebagai dukungan dalam percepatan penanganan korban bencana. Rencananya, mobil tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan jenzah korban bencana dalam proses identifikasi.
Bantuan tersebut diserahkan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, pada Senin siang (1/12) dan dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin. Jenderal bintang satu itupun menyampaikan presiasi kepada Pemprov Sumbar atas dukungan logistik berupa mobil pendingin yang sangat dibutuhkan dalam penanganan jenazah korban bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih Gubernur Mahyeldi, Wagub Vasko Ruseimy]yang sudah membantu memberikan peminjaman mobil pendingin. Bantuan ini tentu akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk memastikan penanganan dilakukan secara layak,” ungkap Brigjen Pol Solihin.
Diakui Brigjen Pol Solihin, kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Padang tidak mampu menampung jenazah korban hidrometeorologi yang jumlahnya cukup banyak. Sebagian jenazah yang berada di RS Bhayangkara maupun fasilitas lain masih dalam proses identifikasi.
“Ada korban yang sudah teridentifikasi namun belum ditemukan keluarganya, dan ada pula yang masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah di rumah sakit Polri cukup banyak, dan ada beberapa yang kami titipkan di rumah sakit terdekat yang ada di sini, namun sudah penuh. Tentunya ini kami manfaatkan sebaik mungkin,” ujar Brigjen Pol Solihin.
Brigjen Pol Solihin menambahkan, mobil pendingin tersebut akan ditempatkan di Rumah Sakit Bhayangkara sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Dengan adanya mobil tersebut, bisa menampung sekitar 50 jenazah.
“Mungkin 50 jenazah bisa muat itu. Saat ini masih ada beberapa jenazah yang sudah teridentifikasi belum dijemput oleh pihak keluarga korban. Kami mengimbau kepada keluarga korban untuk mengambilnya agar korban bisa dimakamkan,” ungkap Solihin, didampingi Kabidhumas Kombes Pol Susmelawati Rosya, Plt Kabiddokkes AKBP dr Faisal, dan Karumkit Bhayangkara Kompol dr Harry Andromeda.
Selain itu, kata Brigjen Pol Solihin, ia menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar datang untuk melakukan pengecekan. Data dan ciri-ciri jenazah tersedia di RS Bhayangkara. Beberapa korban masih belum teridentifikasi, dan tim masih terus berupaya mencari kecocokan dengan laporan masyarakat.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga seluruh proses identifikasi dapat segera selesai sehingga para korban bisa dikembalikan kepada keluarganya dengan layak,” tukasnya. (rgr)






