SOLOK, METRO–Dalam penanggulangan bencana banjir, Pemerintah Kota Solok melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Solok untuk terjun langsung menjadi relawan dalam penanggulangan bencana banjir.
Meski kondisi pasca banjir sudah berangsur angsur normal, namun dampak banjir masih perlu penanganan. Warga yang sempat mengungsi juga sudah mulai kembali dan membersihkan ke rumahnya.
Petugas bersama warga terlihat masih membersihkan sisa sisa material yang terbawa banjir. Dampak banjir kali ini cukup berat dan berlangsung cukup lama.
Wali Kota Solok, Ramadhani menegaskan bahwa kondisi hidrometeorologi ekstrem yang terjadi tahun ini membawa dampak yang lebih luas dan tidak dapat diprediksi.
Ia menekankan bahwa tahun ini situasi banjir berbeda dari sebelumnya. Pemulihan tidak akan berlangsung cepat, sehingga dukungan tambahan dari ASN menjadi sangat penting. “Kita tidak bisa memprediksi dampaknya. Tahun ini sangat berbeda, bencana ini tidak hanya selesai begitu saja. Para relawan perlu didukung secara total oleh ASN, terutama yang berusia di bawah 40 tahun. Sebagai ASN, kita tidak bisa berlepas tangan atas kondisi yang terjadi di kota kita,” tegasnya.
ASN diminta siap membantu dalam berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari evakuasi, pelayanan logistik, hingga pembersihan rumah warga terdampak termasuk perkantoran. “Tugasnya adalah membagikan makanan bagi korban, membersihkan lingkungan dan rumah terdampak, itu semua harus kita laksanakan dengan cepat dan penuh empati,” pungkasnya. Semoga dengan kebersamaan ini, bahu membahu membantu masyarakat yang terdampak dan berharap Kota Solok segera pulih kembali. (vko)






