BERITA UTAMA

Perahu yang Ditumpangi Tenggelam, 2 Warga Muaro Sijunjung Ditemukan Tewas Mengapung

1
×

Perahu yang Ditumpangi Tenggelam, 2 Warga Muaro Sijunjung Ditemukan Tewas Mengapung

Sebarkan artikel ini
DITEMUKAN— Tim SAR gabungan menemukan dua jenazah warga Muaro Sijunjung yang hilang akibat perahunya tenggelam.

SIJUNJUNG, METRODua orang korban hanyut di Batang Kuantan, Nagari Silokek, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, akhirnya ditemukan pada Minggu siang (30/11). Sayangnya, kedua korban ditemukan dengan kondisi tewas mengapung di aliran sungai tersebut.

Kedua korban yang merupakan warga Muaro Sijunjung itu ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hanyut pada, Jumat (28/11). Tiga hari pencarian terhadap korban yang dilakukan oleh tim dari BPBD Sijunjung, bersama TNI, Polri serta masyarakat akhirnya mem­buahkan hasil.

Korban dilaporkan teng­gelam dengan menggu­nakan perahu yang hendak menyebrangi aliran Sungai Batang Kuantan. Perahu yang dinaiki korban berjumlah 3 orang, akibat air sungai yang deras membuat perahu tenggelam. Satu korban lainnya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua lainnya ter­seret arus sungai.

Kepala BPBD Sijunjung, melalui Kasi Kedaruratan Bencana, Heries membenarkan kejadian tersebut. Usai mendapat laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi melakukan pencarian.

“Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet untuk menyusuri aliran sungai. Selama tiga hari pencarian, akhirnya korban ditemukan di dua titik lokasi yang berbeda,” sebutnya. Minggu (30/11).

Korban pertama, kata Heries, ditemukan berjarak sekitar 2 Kilometer dari lokasi hanyut. Sedangkan korban satunya ditemukan di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi hanyut.

“Identitas korban diketahui bernama Rusman  (46) warga Jorong Pasar Jumat Nagari Muaro, Sijunjung. Korban kedua bernama Gani (30) warga Jorong Pasar Jumat Nagari Muaro,” tuturnya.

Dijelaskan Heries, kedua korban ditemukan da­lam keadaan meninggal dunia. Kedua korban dilakukan visum di Puskesmas, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk diselenggarakan.

“Kami mengimbau agar masyarakat lebih was­pada dalam beraktifitas di sungai, mengingat kondisi aliran sungai saat ini yang deras, serta kondisi cuaca yang masih rawan bencana alam,” tutupnya. (ndo)