PADANG, METREO—Korban jiwa yang disebabkan bencana hidrometeorologis yang melanda Kota Padang kembali bertambah. Pada Sabtu pagi (29/11), Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatra Barat (Sumbar) melakukan evakuasi terhadap satu mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Anak Aia, Kota Padang.
Diduga, mayat perempuan yang identitasnya tidak diketahui ini, merupakan korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah sejumlah titik di Kota Padang. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan indetifikasi.
Direktur Polairud Polda Sumbar, Kombes Pol Marsdianto, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, laporan pertama terkait penemuan mayat ini diterima dari seorang nelayan yang tengah melintas di sekitar pulau.
“Sekitar pukul 08.18 WIB, seorang nelayan melapor melihat sesosok mayat perempuan mengapung di perairan Pulau Anak Aia. Kami langsung mengerahkan Tim SAR Ditpolairud untuk melakukan pengecekan,” kata Kombes Pol Marsdianto, Minggu (30/11).
Dijelaskan Kombes Pol Marsdianto, Tim SAR Ditpolairud bergerak cepat dari Dermaga Subdit Gakkum menuju lokasi sesuai titik koordinat yang dilaporkan, yakni sekitar S 00.91783° – E 100.20091°. Pada pukul 09.02 WIB, tim tiba di lokasi dan segera melakukan evakuasi.
“Perjalanan menuju lokasi menempuh waktu sekitar 40 menit karena kondisi gelombang yang masih tidak stabil. Pada pukul 09.02 WIB, tim berhasil mencapai titik penemuan dan langsung mengevakuasi jasad korban ke atas kapal. Meski cuaca masih tidak bersahabat, proses evakuasi berjalan lancar. Keselamatan personel tetap kami utamakan,” kata Marsdianto.
Kombes Pol Marsdianto mengatakan, jenazah dievakuasi ke atas RIB Ditpolair dan dibawa ke dermaga Subdit Gakkum. Setibanya di dermaga pukul 09.40 WIB, jenazah kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan proses identifikasi.
“Identitas korban belum diketahui. Tim dokter forensikd di RS Bhayangkara masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitas serta penyebab kematian. Jika memang penemuan ini terkait dengan korban banjir bandang, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan cepat dan profesional,” katanya.
Kombes Pol Marsdianto menegaskan, Polairud Polda Sumbar mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan warga pesisir, untuk segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan atau indikasi korban bencana di wilayah perairan
“Melihat lokasi penemuan dan kondisi cuaca beberapa hari terakhir, besar kemungkinan korban terkait peristiwa banjir dan gelombang tinggi yang terjadi. Namun, kepastiannya menunggu hasil otopsi dan identifikasi. Kami fokus pada upaya pencarian korban yang mungkin terbawa arus ke laut. Patroli dan pemantauan terus diperkuat,” pungkas Marsdianto.(*)






