BERITA UTAMA

Malalo dan Padang Laweh Terisolir usai Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Warga Dievakuasi Pakai Perahu Lewat Danau Singkarak

0
×

Malalo dan Padang Laweh Terisolir usai Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Warga Dievakuasi Pakai Perahu Lewat Danau Singkarak

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR menggendong seorang warga untuk diungsikan dari lokasi bencana di Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan.

TANAHDATAR, METRO Hujan lebat yang tak kunjung berhenti beberapa hari ini di wilayah Tanahdatar dan sekitarnya, berakibat sungai meluap dan banjir bandang yang menghanyut­kan rumah warga di Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo.

Bahkan, ratusan maysarakat di dua nagari itu terisolir dan terancam keselamatannya. Pemerintah daerah bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak melalui jalur Danau Singkarak.

Bupati Tanahdatar Eka Putra bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah, meninjau langsung kon­disi pascabanjir bandang dan proses evakuasi di dua nagari tersebut.

Pada kesempatan itu Bupati Eka Putra meminta masyarakat tetap tenang dan waspada, meningat curah hujan yang masih tinggi. Kamis (27/11) di Tanjung Mutiara Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan.

“Masyarakat yang terisolir dan berada di tempat rawan agar bersedia diungsikan ke tempat yang lebih aman,” kata Eka Putra saat meninjau lokasi di Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan.

Dengan menggunakan boat, Bupati Eka Putra dan rombongan, menyusuri Danau Singkarak menemui warga yang terisolir di Nagari Padang Laweh Malalo sembari ikut mengevakuasi warga dan melihat langsung kondisi dua nagari yang tertimpa musibah tersebut

Untuk antisipasi dampak lebih meluas dan keselamatan warga tempat, ungkap Eka Putra, pengungsian telah disediakan di Nagari Batu Taba. Saat ini sudah diungsikan sebahagian warga yang terisolir dan terdampak banjir bandang ini ke Nagari Batu Taba melalui jalur Danau Singkarak dengan boat.

Usai meninjau lokasi banjir bandang di Kecamatan Batipuh Selatan, Bupati Eka Putra, langsung melaksanakan rapat evaluasi untuk langkah-langkah dan tindakan yang cepat untuk mengantisipasi dampak meluas mengingat curah hujan masih tinggi.

Bupati menginstruksikan semua unsur yang terlibat melaksanakan tugas dan peran masing-masing dan juga tetap waspada dan jaga diri.

“Saya meminta agar kebutuhan pengungsi jangan sampai terabaikan, mulai dari logistik, obat-obatan, selimut dan kebutuhan lain yang mendesak,” tegas dia.

Sementara itu, Camat Batipuh Selatan menyampaikan data tentatif semen­ta­ra jumlah pengungsi yang tiba di Jorong Tanjuang Mutiara sebanyak 125 Jiwa, 60 jiwa dijemput dan dibawa ke rumah keluarga. Sebanyak 65 jiwa mengungsi tersebar di Jorong Tanjung Mutiara di Masjid Taqwa, Rumah Relawan Warga dan TPA.

Selain itu, kerusakan dari galodo di Nagari Pa­dang Laweh Malalo 10 unit rumah, jembatan 1 unit  Rumah Ibadah 1 unit, jumlah pengungsi 1.043 jiwa. Di Nagari Sumpur rumah ha­nyut 11 unit, RB 9 unit, RS 10 unit, RR 5 unit, jembatan 1 unit, sekolah 1 unit, rumah ibadah 1 unit, irigasi 1 unit, hand tractor 4 unit dan jumlah pengungsi 331 jiwa.

Di Nagari Guguak Ma­lalo rumah 9 unit, 6 unit, jembatan 3 unit putus total, 1 unit, sekolah 1 unit, rumah ibadah 2 unit, irigasi 8 unit dan pengungsi 1300 jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, data masih tentatif dan pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan warga, lahan pertanian yang hancur dan evaluasi dampak yang ditimbulkan serta perkem­bangan terkini terkait kebencanaan ini. (ant)