BERITA UTAMA

Sidak Posko Bencana di BPBD Sumbar, Mahyeldi Pastikan Informasi Lancar dan Layanan Siaga 24 Jam

0
×

Sidak Posko Bencana di BPBD Sumbar, Mahyeldi Pastikan Informasi Lancar dan Layanan Siaga 24 Jam

Sebarkan artikel ini
POSKO BENCANA— Gubernur Mahyeldi mengecek kondisi posko bencana di BPBD Sumbar.

PADANG, METROGubernur Sumatera Ba­rat, Mahyeldi Ansharullah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Posko Bencana Sumbar di Kantor BPBD Sumbar, Jumat (28/11).

Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan posko benar-benar siap, mudah diakses masyarakat, serta mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan akurat saat terjadi bencana. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mahyeldi turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi.

Saat pengecekan, Mah­yeldi menegaskan bahwa seluruh fasilitas layanan di posko harus jelas dan bisa digunakan kapan pun. Ia meminta agar data daerah terdampak disusun rapi, lengkap dengan foto kondisi lapangan yang ditempel pada papan informasi.

“Saya minta BPBD Sum­bar, semua harus terdata dengan rinci, jelas, dan bisa segera dilihat masyarakat maupun petugas,” tegasnya.

Mahyeldi juga memberikan beberapa arahan penting, salah satunya menambah tenda posko untuk mengantisipasi jika jumlah warga yang membutuhkan layanan meningkat.

“Saya mengingatkan agar data command center memiliki alur informasi yang jelas, cepat, dan akurat,” tegas dia.

Selain itu, Mahyeldi menyoroti pentingnya pemantauan terhadap warga terdampak yang memilih tetap tinggal di rumah.

“Mereka tetap harus dipantau dan dibantu semampu mungkin,” ujarnya.

Perlengkapan posko mulai dari logistik hingga fasilitas pendukung lain diminta untuk dicek ulang. Menurut Mahyeldi, ke­ama­nan dan kenyamanan posko adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Dalam hal pelaporan, Gubernur meminta dokumentasi yang lengkap mulai dari kondisi awal, laporan harian, hingga laporan akhir. “Foto awal itu penting, laporan harian juga penting. Ini untuk memperkuat laporan dan memastikan penanganan berjalan baik,” katanya.

Mahyeldi juga mengingatkan BPBD untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik. Menurutnya, berita lama yang kembali beredar dapat memicu kebingungan. Karena itu, setiap informasi harus diverifikasi dan dilengkapi tanggal yang jelas sebelum dipublikasikan.

Dalam situasi darurat, Mahyeldi menegaskan bah­wa prioritas utama adalah penyelamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Setelah itu barulah dilakukan penanganan lanjutan. Ia juga meminta laporan cepat terkait kerusakan infrastruktur seperti jalan kampung, jembatan, hingga saluran air, baik yang rusak total maupun yang belum ditangani.

Menutup sidaknya, Mah­yeldi kembali mengingatkan agar seluruh posko selalu siaga dan responsif.

“Yang penting adalah keselamatan warga, kesiapan fasilitas, serta pelaporan yang akurat dan harian. Itu yang harus dijalankan,” tegasnya.(fan/rel)