BERITA UTAMA

16 Kabupaten Kota di Sumbar Diterjang Banjir dan Longsor, 75 Ribu Warga Diungsikan, Akses Jalan Utama Terputus

0
×

16 Kabupaten Kota di Sumbar Diterjang Banjir dan Longsor, 75 Ribu Warga Diungsikan, Akses Jalan Utama Terputus

Sebarkan artikel ini

PADANG, METROBencana hidrometeorologi basah yang melanda wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) semakin meluas. Pada Jumat (28/11), pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mencatat 16 kabupaten kota terdampak bencana banjir, longsor dan banjir bandang.

Kabupaten kota tersebut yaitu Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Solok, Kota Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Agam, Tanahdatar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Solok Selatan.

Selain menerjang rumah warga, fasilitas umum seperti jembatan hingga akses transportasi dan komunikasi yang terputus.   Tim SAR gabungan melaporkan sedikitnya ada 61 orang meninggal dunia dan 83 hilang. Jumlah tersebut kemungkinan masih bertambah lantaran pencarian korban masih berlangsung.

Tim SAR menyusuri lokasi-lokasi terdampak, termasuk daerah perbukitan yang tertimbun longsor. Sejumlah lokasi masih sulit dijangkau karena jalan terputus dan jembatan ambruk. Berbagai upaya dilakukan Tim SAR untuk mempercepat pencarian terhadap warga yang dinyatakan hilang.

“Korban jiwa 61 orang, terbanyak ditemukan di Kabupaten Agam. Pencarian terus dilakukan karena masih banyak yang belum ditemukan. Data sementara, ada 90 orang lagi yang hilang,” kata Ilham Wahab, Juru Bicara BPBD Sumbar, Jumat (28/11).

Dijelaskan Ilham, 61 orang yang meninggal dengan rincian, di Padangpariaman ada 1 orang, Padangpanjang tujuh orang meninggal, Kabupaten Agam 47 meninggal, di Kota Padang lima meninggal, Solok satu orang meninggal, di Pasaman Barat ada satu meninggal.

“Jumlah warga yang mengungsi ada 75 ribu warga mengungsi. Sedangkan masayarakat terdampak 106 ribu. Selain melakukan operasi pencarian, tim ga­bungan mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi,” tuture dia.

Menurut BPBD, masih ada warga yang belum dapat dihubungi, terutama di kawasan yang terdampak longsor dan banjir bandang secara bersamaan. Di Agam dan Pasaman barat masih ada yang terisolis, sehingga tidak bisa dijangkau melalui jalur darat.

“Besok, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter telah untuk me­ngi­rim bantuan darurat, mengevakuasi korban, dan menyalurkan logistik ke wilayah yang terisolasi. Jalur darat di beberapa kabupaten terputus total akibat longsor besar yang menutup badan jalan,” tutur dia.

Menurut Ilham, sejumlah jembatan dilaporkan ambruk, termasuk jembatan penghubung antar kecamatan di Agam, dan Padang Pariaman. Kerusakan ini membuat proses evakuasi dan distribusi logistik menjadi semakin menantang.

“Selain itu, jaringan komunikasi di beberapa wila­yah masih terganggu akibat rusaknya jaringan listrik dan tiang telekomunikasi. Kami meminta ma­sya­rakat tetap waspada dan siap melakukan eva­kuasi mandiri apabila terjadi hujan deras berkepanjangan,” ungkap dia.

Ilham mengatakan, pos­ko-posko darurat telah didirikan di pusat kota hingga kecamatan untuk menerima laporan orang hilang dan pengungsian. Dengan kondisi cuaca yang belum stabil dan akses yang ma­sih terbatas, jumlah korban jiwa diperkirakan masih dapat bertambah. (*)