METRO PADANG

Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Bencana Kota Padang

1
×

Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Bencana Kota Padang

Sebarkan artikel ini
BANTUAN BERAS— Grup Santika dan Amaris Hotel memberikan bantuan berupa 2 ton beras untuk korban bencana. Bantuan tersebut diserahkan langsung ke Posko Utama Tanggap Darurat Kota Padang yang berlokasi di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (28/11).

PADANG, METROUpaya membantu korban bencana hidrometeorologi di Kota Padang terus mengalir dari berbagai pihak. Memasuki hampir satu minggu pascabencana, sejumlah perusahaan dan pelaku usaha menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan ban­tuan untuk meringankan beban warga terdampak.

Pada Jumat (28/11), Grup Santika dan Amaris Hotel memberikan bantuan berupa 2 ton beras untuk korban bencana. Bantuan tersebut diserahkan langsung ke Posko Utama Tanggap Darurat Kota Pa­dang yang berlokasi di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang.

Selain itu, Grup Honda Gajah Tunggal turut me­nun­jukkan solidaritas dengan menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp100 juta, yang diserahkan langsung oleh Beto Gani.

Baca Juga  Mulyadi Muslim Ajak Kader Rebut Kembali Kejayaan PKS Padang di 2029

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian berbagai pihak.

“Kita berterima kasih sekali kepada Bapak Edo dari Santika Grup dan Bapak Beto Gani dari Honda Gajah Tunggal. Insya Allah bantuan ini akan langsung kita salurkan kepada korban terdampak bencana di Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Sebelumnya, sejumlah BUMN seperti Himbara, BUMD, pengusaha SPPG, hingga berbagai perusahaan swasta lainnya juga telah menyalurkan bantuan, baik melalui posko mau­pun langsung ke wila­yah terdampak.

Baca Juga  Gubernur Tegaskan Sinergitas Penting demi Kenyamanan dan Kelancaran Nataru

“Kita sangat menghargai sinergitas yang dimiliki stakeholder Kota Padang. Bahkan ada salah satu owner hotel yang memberikan 10 kamar untuk warga yang mengungsi. Semua turun tangan membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” tam­bah Fadly.

Hingga saat ini, kawa­san Koto Tangah, Nanggalo, dan Pauh masih menjadi wilayah dengan dampak kerusakan terparah akibat bencana hidrometeorologi.

“Kebutuhan masya­ra­kat di Koto Tangah cukup tinggi, disusul Pauh dan Nanggalo. Kita mengupayakan agar bantuan terdistribusi cepat dan proporsional,” tutup Fadly Amran. (brm)