AGAM, METRO–Banjir bandang kembali menerjang wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 50 unit rumah terdampak bencana di Simpang Aia Dingin, Jorong Pasar Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kamis (27/11) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kapolsek Palembayan, AKP Alwizi Safriadi, membenarkan kabar tersebut. Korban meninggal dunia ditemukan setelah terseret banjir bandang yang berasal dari luapan Sungai Batang Nangang.
“Satu warga ditemukan meninggal dunia akibat banjir bandang luapan Sungai Batang Nangang,” ujar AKP Alwizi Safriadi.
Selain menelan korban jiwa, banjir bandang juga merusak puluhan rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai.
“Ada sekitar 50 rumah terdampak banjir bandang. Saat ini kami bersama anggota Polsek dan warga masih berupaya mencari kemungkinan korban lain,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyatakan pihaknya telah menerima laporan resmi dari Wali Nagari Salareh Aia Timur dan langsung menurunkan tim menuju lokasi.
Namun upaya penanganan terkendala akses jalan. Lokasi bencana tidak dapat dijangkau kendaraan akibat jalur yang terputus oleh banjir dan tertutup material longsor.
“Akses dari Lubuk Basung menuju Koto Alam via Batu Kambiang terhambat longsor di empat titik. Jalur alternatif via Bawan juga terendam banjir. Mudah-mudahan air segera surut agar proses penanganan lebih cepat,” jelas Rahmat.
Selain di Koto Alam, banjir bandang juga melanda sejumlah wilayah lain di Agam. Di Malalak Timur, Kecamatan Malalak, belasan warga dilaporkan terseret arus. Sementara di Ariki, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, empat warga juga terseret banjir bandang. Dua di antaranya telah ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Saat ini proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung, dibantu tim gabungan dan masyarakat setempat. (pry)






