AGAM/BUKITTINGGI

Tragedi Banjir Bandang di Agam, 8 Meninggal, 9 Korban Masih Dicari

0
×

Tragedi Banjir Bandang di Agam, 8 Meninggal, 9 Korban Masih Dicari

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN KORBAN— Tim gabungan terus bekerja mencari korban yang masih dinyatakan hilang setelah tertimbun material tanah longsor dan terseret banjir bandang.

AGAM, METRO–Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus me­lakukan pencarian terha­dap sembilan warga yang masih dinyatakan hilang setelah tertimbun material tanah longsor dan ter­seret banjir bandang. Bencana tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Agam sejak 22 hingga 28 November 2025.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, di Lubuk Basung, Jumat (28/11), mengatakan proses pencarian melibatkan ba­nyak unsur.

“Tim gabungan terdiri dari Satgas BPBD Agam, Basarnas Padang, Brimob Polda Sumbar, Polri, TNI, masyarakat dan unsur lainnya. Upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan sembilan korban yang hilang,” ujarnya.

Menurut Ghafur, korban hilang tersebar di empat kecamatan. Lokasi terparah berada di Toboh, Nagari atau Desa Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Di kawasan ini, tujuh orang hilang setelah ter­seret banjir bandang pada Kamis (26/11) sore. Mereka masing-masing bernama Salma (52), Mirzal (58), En (6), Qilla (8), Adnan (1), Adi (45), dan Yar (49).

Sebelumnya, delapan korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Azmar (50), Jasmawati (60), Yusmaniar (60), Herman (65), Azir (36), Marnis (60), Gina (23), dan Diman (75).

Selain di Kecamatan Malalak, pencarian juga dilakukan di Arikia, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya. Dua warga atas nama Afrizal dan Mariana hilang setelah terseret banjir bandang pada Kamis (27/11) siang.

Tim gabungan saat ini terus menyisir lokasi terdampak menggunakan peralatan pencarian dan menyusuri aliran sungai. Kondisi cuaca yang belum stabil membuat pro­ses pencarian berlangsung penuh kehati-hatian. (pry)