PDG.PANJANG, METRO—Banjir bandang yang menerjang kawasan jalan lintas Padang-Bukittinggi, tepatnya di kawasan Jembatan Kembar Silaing Bawah, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang, ternyata menelan korban jiwa.
Informasinya, tujuh korban ditemukan meninggal dunia usai luapan banjir bandang yang membuat jalur Padang-Bukittinggi lumpuh total, Kamis (27/11). Para korban yang diduga terseret arus ditemukan di kawasan Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman. Semua jenazah korban sudah dievakuasi petugas BPBD Kabupaten Padangpariaman.
Sementara itu, enam korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Lima orang dirawat di RS Yarsi, yaitu Syahroni (25) dan istrinya Dede Anggraini (18), Fahri Saputra (15), Muhammad Farel (19), serta Ilmi Yanti (45). Sementara satu korban lainnya, Arman Arapika (45), dirujuk ke RSUD Kota Padang Panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Emri Nurman, mengatakan para korban diduga merupakan warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai di kawasan Lembah Anai.
“Info sementara tujuh korban. Mereka terbawa banjir bandang cukup jauh. Jenazah sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar,” ujar Emri, Kamis (27/11/2025) malam.
Dijelaskan Emri, korban ditemukan di beberapa titik. Mereka terdiri dari tiga korban perempuan dan empat korban laki-laki.
“Enam orang dewas dan satu anak-anak. Kami belum mendapatkan identitas para korban. Tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Padang masih melakukan identifikasi jenazah ,” kata dia.
Emri memastikan korban bukan berasal dari pengendara yang melintas di jalur Padang-Bukittinggi tersebut.
“Mereka dari masyarakat sekitar di kawasan Lembah Anai yang terbawa arus,” jelasnya.
Banjir bandang ini membuat arus lalu lintas Padang-Bukittinggi via Kota Padang Panjang lumpuh. Material banjir bandang cukup banyak menutupi badan jalan. Upaya pembersihan material terus dilakukan. Lokasi terparah persis di pintu gerbang masuk Kota Padang Panjang atau di jembatan kembar.
Upaya pencarian korban hilang masih berlanjut, dengan fokus pada area yang diperkirakan menjadi jalur seretan material banjir. Tim gabungan memastikan operasi akan dilanjutkan hingga seluruh laporan kehilangan terverifikasi.
Kepala Puskesmas Kayu Tanam, Yurika, saat dikonfirmasi, Kamis, membenarkan para korban ditangani awal oleh tim medis puskesmas. Identitas para korban diketahui setelah dilakukan identifikasi oleh Tim Innafis Sat Reskrim Polres Padangpariaman.
“Sekitar pukul 18.20 WIB ketujuh korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk identifikasi lebih lanjut. Adapun tujuan korban adalah Nilmawati (59), Riki Saputra (38), Junimar (52), Agung Purnomo (30), Silvi Marta Putri (20), Roby Handaryo (42), dan Fariz (6),” tutur dia. (*)






