METRO PADANG

Sekolah Diliburkan, Logistik Dapur SPPG Dialihkan untuk Pasok Makanan Pengungsi

0
×

Sekolah Diliburkan, Logistik Dapur SPPG Dialihkan untuk Pasok Makanan Pengungsi

Sebarkan artikel ini
Fadly Amran

WAKO Padang Fadly Amran, menginstruksikan pengalihan distribusi makanan dari Dapur Sentra Program Pangan Bergizi (SPPG) yang sedianya untuk siswa, dialihkan sepenuhnya ke­pada warga terdampak bencana.

Hal ini dilakukan setelah wako mengeluarkan instruksi untuk meliburkan seluruh siswa mulai dari tingta TK/PAUD, SD, SMP Negeri dan Swasta mulai Kamis (27/11) hingga Sabtu (29/11).

Kebijakan ini di­sam­paik­an Fadly Amran saat mel­a­kuk­an peninjauan lang­sung ke lokasi banjir bandang di kawasan Lubuk Minturun (Lumin), Kecamatan Koto Tangah, pada Kamis (27/11).

“Saya sudah minta da­pur SPPG untuk mengalihkan makanan yang tadinya untuk siswa sekolah, dialihkan untuk pengungsi. Karena sekolah sudah diliburkan,” tegas Fadly Amran saat melihat lokasi banjir di Lumin.

Baca Juga  Usulan Penanaman Pohon di Pantai, DLH akan Berkoordinasi dengan BPBD

Langkah ini dinilai efi­sien untuk menutup celah kebutuhan pangan yang mendesak. Fadly menga­kui, meskipun dapur umum yang dikelola Dinas Sosial Kota Padang telah beroperasi maksimal sejak beberapa hari terakhir dengan kapasitas 200 hingga 400 porsi per hari, jumlah tersebut belum se­pe­nuh­nya mencukupi mengingat luasnya wilayah terdampak dan terus bertambahnya jumlah pengungsi.

“Kita kerahkan semua sumber daya selama masa tanggap darurat ini untuk mengurangi beban warga Kota Padang korban bencana banjir. Juga ada bantuan dari BUMN, BUMD, NGO, Baznas, dan pihak-pihak dermawan lainnya yang langsung disalurkan kepada korban bencana,” jelas Fadly.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Pasien, Gubernur Tinjau Kesiapan RSUD, 10 Nakes Terpapar Corona, RSUD Rasidin Kewalahan

Selain memastikan perut warga terisi, aspek ke­sehatan juga menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan Kota Padang telah menyiagakan seluruh unit pelayanan kesehatan, baik Puskesmas maupun posko kesehatan darurat, untuk tetap beroperasi melayani keluhan penyakit yang lazim muncul pascabencana, seperti gatal-gatal, diare, dan ISPA. (ren)