BERITA UTAMA

Hadapi dampak Cuaca Ekstrem di Sumbar, BNPB: Seluruh Kabupaten Kota Wajib Dirikan PoskoTerpadu

1
×

Hadapi dampak Cuaca Ekstrem di Sumbar, BNPB: Seluruh Kabupaten Kota Wajib Dirikan PoskoTerpadu

Sebarkan artikel ini
BERI KETERANGAN— Sekretaris Utama BNPB Rustian didampingi Wagub Sumbar Vasko Ruseimy dan Kapolda Irjen Pol Gatot memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) penanganan darurat bencana.

PADANG, METROPemerintah pusat melalui Badan Nasional Pe­nang­­gulangan Bencana (BNPB) menegaskan se­jum­lah arahan strategis un­tuk menghadapi dampak cuaca ekstrem yang melanda 13 kabupaten dan kota di Su­matra Barat (Sum­bar).

Arahan tersebut di­sam­­paikan dalam rapat koor­­dinasi (rakor) penanganan darurat yang digelar di Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (27/11). Rakor dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy bersama Sekretaris Utama BNPB Dr Rustian dan dihadiri unsur Forkopimda serta perangkat da­erah terkait.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat tingkat menteri mengenai kesiapsiagaan bencana hi­dro­meteorologi yang ber­langsung pada hari yang sama.

Dalam arahannya, Rus­tian menekankan pentingnya percepatan penetapan status darurat di wila­yah terdampak. Dengan status tersebut, proses penanganan dapat berjalan lebih cepat melalui dukungan lintas sektor, optimalisasi sumber daya, hingga mobilisasi peralatan dan logistik.

Baca Juga  BRI Gelar Lomba Karya Terbaik Jurnalis, Sediakan Hadiah Fantastis Totalnya Mencapai Rp195 Juta

“Penetapan status kedaruratan harus menjadi langkah awal agar penanganan lapangan dapat efek­­tif,” tegas Rustian.

Sejauh ini, pemerintah provinsi beserta sebagian besar kabupaten dan kota terdampak telah menetapkan status darurat. Salah satu arahan penting lainnya adalah kewajiban pem­­bentukan pos komando (posko) terpadu di seluruh kabupaten dan kota terdampak bencana. Posko menjadi pusat koordinasi satu pintu pada masa tanggap darurat, mulai dari perencanaan operasi, pengumpulan data, hingga pelaksanaan penanganan.

“Posko memastikan seluruh operasi berada da­lam satu rantai komando dan penyajian data dilakukan secara terkoordinasi,” ujar Rustian.

Di tingkat provinsi, ungkap Rustian, pemerintah diminta menyiapkan pos pendamping guna memperkuat operasi di kabupaten/kota. Selain itu, ia menegaskan perlunya pendataan detail terhadap kerusakan infrastruktur dan dampak di masya­ra­kat. Data tersebut dibutuhkan sebagai dasar penyu­sunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).

Baca Juga  Rangkul Tokoh Adat se-Sumbar, Irjen Pol Teddy: Keamanan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

“Pemerintah daerah diminta mulai menyiapkan konsep relokasi jika ada masyarakat yang tinggal di zona rawan dan harus dipindahkan,” tuturnya.

Sebelum rakor berlangsung, BNPB kembali menyalurkan bantuan darurat kepada Pemerintah Provinsi Sumbar serta sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Agam, Tanah Datar, Solok, Bukittinggi, Pariaman, dan Padang. Bantuan juga diberikan kepada Polda Sumbar untuk mendukung operasi lapangan.

Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, makanan siap saji, kasur lipat, hygiene kit, tenda pengungsi, selimut, peralatan kebersihan, perahu karet, genset, hingga gergaji mesin. Sehari sebelumnya, bantuan serupa telah dikirimkan ke Padang Pariaman dan Pesisir Selatan. (*)