AGAM, METRO–Sejumlah akses jalan strategis di Kabupaten Agam terputus total setelah wilayah itu digempur bencana banjir dan longsor selama sepekan terakhir. Jalan nasional, provinsi, hingga jalan kabupaten lumpuh akibat tertimbun material longsor maupun terendam banjir.
Akses pertama yang terputus adalah jalan provinsi penghubung Lubuk Basung — Bukittinggi, tepatnya di perbatasan Kecamatan Matur dengan Ampek Koto, yang tertimbun material longsor. Selanjutnya, ruas jalan nasional Padang — Pasaman Barat di Muaro Kandang, Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, terendam banjir sedalam 30 hingga 70 sentimeter sehingga arus lalu lintas tidak dapat melewati jalur tersebut.
Jalur Bukittinggi — Medan turut terdampak, terputus akibat longsor di Kecamatan Palupuah. Sementara itu, akses di kawasan Salingka Danau Maninjau juga dilaporkan putus total setelah dihantam material longsor dan hingga kini belum dapat dilalui kendaraan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghapur, membenarkan kondisi tersebut pada Kamis (27/11). Ia menjelaskan, banyak ruas jalan penting saat ini tidak dapat dilewati baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.
“Jalan nasional, provinsi, dan kabupaten banyak yang putus total akibat banjir dan longsor. Material longsor menimbun badan jalan dan membuat mobilitas masyarakat lumpuh,” ujarnya.
Tim Satgas BPBD Agam telah dikerahkan ke sejumlah titik yang mengalami pemutusan akses jalan dan melakukan koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Penanganan bakal segera dilakukan agar arus lalu lintas bisa kembali normal,” tambahnya.




















