AGAM/BUKITTINGGI

Bencana Hidrometeorologi Lumpuhkan Agam, Jalan Nasional, Provinsi dan Kabupaten Putus Total

0
×

Bencana Hidrometeorologi Lumpuhkan Agam, Jalan Nasional, Provinsi dan Kabupaten Putus Total

Sebarkan artikel ini
1000684380
AKSES JALAN TUTUP— Sejumlah akses jalan,baik itu jalan Nasional, Provinsi dan Kabupaten putus total akibat dihantam longsor yang melanda Kabupaten Agam dalam Sepekan ini.

AGAM, METRO–Sejumlah akses jalan strategis di Kabupaten Agam terputus total se­telah wilayah itu digempur bencana banjir dan longsor selama sepekan terakhir. Jalan nasional, provinsi, hingga jalan kabupaten lumpuh akibat tertimbun material longsor maupun terendam banjir.

Akses pertama yang terputus adalah jalan provinsi penghubung Lubuk Basung — Bukittinggi, tepatnya di perbatasan Kecamatan Matur dengan Ampek Koto, yang tertimbun material longsor. Selanjutnya, ruas jalan nasional Padang — Pasaman Barat di Muaro Kandang, Salareh Aia Barat, Kecamatan Palemba­yan, terendam banjir sedalam 30 hingga 70 sentimeter sehingga arus lalu lintas tidak dapat melewati jalur tersebut.

Jalur Bukittinggi — Medan turut terdampak, terputus akibat longsor di Kecamatan Palupuah. Sementara itu, akses di kawasan Salingka Da­nau Maninjau juga dilaporkan putus total setelah dihantam material longsor dan hingga kini belum dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga  Perda Cadangan Pangan Diperlukan untuk Kendalikan Harga dan Pasokan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghapur, membenarkan kondisi tersebut pada Kamis (27/11). Ia menjelaskan, ba­nyak ruas jalan penting saat ini tidak dapat dilewati baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.

“Jalan nasional, provinsi, dan kabupaten banyak yang putus total akibat banjir dan longsor. Material longsor menimbun badan jalan dan membuat mobilitas masyarakat lumpuh,” ujarnya.

Tim Satgas BPBD Agam telah dikerahkan ke sejumlah titik yang me­ngalami pemutusan akses jalan dan melakukan koordinasi lanjutan de­ngan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Penanganan bakal segera dilakukan agar arus lalu lintas bisa kembali normal,” tambahnya.

Menurut Abdul Ghapur, longsor yang terjadi juga membawa material berupa pepohonan bambu dan dipicu curah hujan sangat tinggi yang mengguyur Agam sejak 22 hingga 26 November 2025. Akibatnya, 13 dari 16 kecamatan dilanda bencana termasuk tanah longsor, pohon tumbang, banjir, dan angin kencang.

Baca Juga  Sharing Informasi Pendataan Non ASN, Komisi I DPRD Agam Kunker ke BKD Sumbar

Saat ini BPBD Agam bersama Basarnas Padang, PMI, Polri, TNI dan sejumlah unsur lainnya terus melakukan evakuasi warga terdampak di Kecamatan Palembayan, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, dan Tanjung Raya.

“Evakuasi warga terdampak banjir dan longsor masih berlangsung. Seluruh pengungsi dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” jelasnya.

Selain merusak infrastruktur, bencana ini juga menelan korban jiwa. Sejumlah warga dilaporkan tertimbun tanah longsor di Paninggiran Bawang, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, sementara satu penduduk terseret arus Sungai Batang Antokan di Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung.

Empat warga di Tanjung Raya juga tertimbun longsor, satu di an­taranya berhasil diselamatkan dan sedang menjalani perawatan intensif. “Pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan,” tegasnya. (pry)