AGAM/BUKITTINGGI

Perkuat Layanan Sosial, Pemko Bukittinggi Latih 135 PSM

0
×

Perkuat Layanan Sosial, Pemko Bukittinggi Latih 135 PSM

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Ketua TP PKK Kota Bukittinggi sekaligus Ketua LKKS, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan Dasar Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Tahun 2025 di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa (25/11).

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Sosial menggelar Pelatihan Dasar Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Tahun 2025 di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa (25/11). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas relawan sosial yang berperan langsung dalam penanganan kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Johnny, menjelaskan bahwa pelatihan dasar ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat serta penguatan pilar-pilar sosial di daerah. Pelatihan juga menjadi persyaratan utama bagi PSM untuk menjalankan tugas sebagai relawan sosial sesuai Permensos Nomor 10 Tahun 2019.

“Sebanyak 135 PSM dari seluruh kelurahan di Kota Bukittinggi mengikuti pelatihan ini. Narasumber berasal dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kemensos di Padang serta Ketua IPSM Provinsi Sumatera Barat. Melalui pelatihan ini, kami berharap kapasitas PSM meningkat sehingga mampu menjalankan peran strategis dalam pendampingan sosial secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Johnny.

Baca Juga  Bulog dan Pemko Bukittinggi Salurkan 98 Ton Beras untuk 4.937 Keluarga

Wali Kota Bukittinggi, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Emil Achir, menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari penguatan peran PSM sebagai garda terdepan pendampingan sosial di lingkungan kelurahan.

“Pelatihan dasar ini sangat penting untuk memperkuat kemampuan PSM dalam membantu masyarakat, khususnya warga yang masuk dalam data DTSEN desil 1 hingga 5. PSM juga perlu membangun sinergi dengan kecamatan, kelurahan, RT/RW, LPM, dan LKKS agar intervensi sosial lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Baca Juga  Saatnya Agam jadi Kabupaten Layak Anak

Emil juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, bekerja secara adil dan objektif, serta memberikan pendampingan dengan hati. “Masyarakat membutuhkan bantuan nyata, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bukittinggi sekaligus Ketua LKKS, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menambahkan bahwa PSM merupakan ujung tombak dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus penggerak solidaritas dan kepedulian sosial.

Ia menekankan pentingnya memberikan pendampingan tanpa membeda-bedakan masyarakat serta bekerja sesuai kebutuhan yang sebenarnya.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Pemko Bukittinggi berharap Pekerja Sosial Masyarakat semakin siap mendampingi warga serta memperkuat layanan kesejahteraan sosial di seluruh kelurahan. (pry)