SOLOK/SOLSEL

Ketua TP-PKK Serahkan Bantuan Genting

0
×

Ketua TP-PKK Serahkan Bantuan Genting

Sebarkan artikel ini
BANTUAN— Ketua TP-PKK Kota Solok, Ny. Dona Ramadhani Kirana Putra, kembali menyerahkan bantuan Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

SOLOK, METRO–Ketua TP-PKK Kota Solok, Ny. Dona Ramadhani Kirana Putra, kembali menyerahkan bantuan Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Kali ini diserahkan kepada dua baduta berisiko stunting di Kelurahan Koto Panjang, Kota Solok.

Dua anak penerima bantuan tersebut antara lain Devina Inayah Putri (13 bulan) dan Arsya Hamzah Ramadhan (1 tahun 6 bulan). Masing-masing keluarga menerima paket bantuan berupa telur, susu, vitamin, dan biskuit.

Ketua TP-PKK Kota Solok, Ny. Dona Ramadhani Kirana Putra, mengatakan bahwa program Genting merupakan upaya TP-PKK untuk membantu pe­menuhan gizi bagi anak yang berpotensi mengalami stunting.

Baca Juga  Solsel Wajibkan Semua Penyelenggara Pilkada Tes Swab, 3.582 Orang Dites Swab, 13 Positif Corona

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pe­merintah daerah untuk menurunkan prevalensi stunting, yakni persentase atau proporsi jumlah anak yang mengalami stunting dalam suatu wilayah pada periode tertentu. Dengan intervensi gizi yang tepat, diharapkan jumlah kasus stunting di Kota Solok dapat terus ditekan. “Stunting merupakan masalah serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kami terus berupaya me­ngambil langkah-langkah nyata untuk mengatasi permasalahan ini,” ujar Dona.

Ia menjelaskan, sasaran bantuan merupakan keluarga dengan anak berisiko stunting yang telah diidentifikasi dan diprioritaskan oleh kader dan tenaga kesehatan di tingkat kelurahan. Paket bantuan disusun untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang tengah berada dalam masa per­tum­buhan.

Baca Juga  Wawako Tinjau Proses Belajar Siswa di Rumah

Dona berharap bantuan ini dapat membantu meningkatkan status gizi anak-anak di Kota Solok. “Dengan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang, kita berharap risiko stunting di Kota Solok dapat terus menurun bahkan tidak ada lagi,” ungkapnya. (vko)