BERITA UTAMA

Seberangi Sungai, Petani Lansia Hilang Terbawa Arus

0
×

Seberangi Sungai, Petani Lansia Hilang Terbawa Arus

Sebarkan artikel ini
Lokasi hilangnya korban terbawa arus sungai
HILANG— Lokasi korban Utat (70) yang hilang terbawa arus sungai saat menyeberang.

PESSEL, METRO–Nekat menyeberangi su­ngai saat arusnya deras, se­orang petani berusia 70 tahun dilaporkan hanyut dan hilang di Kampung Akad, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Senin (24/11) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban diketahui bernama Utat.  Korban dilaporkan ha­nyut saat dalam perjalanan me­nuju ladangnya. Warga setempat yang mendapat kabar korban hanyut, langsung berdatangan un­tuk membantu mencari kor­ban. Namun, hingga be­rita ini diterbitkan, kor­ban belum juga berhasil dite­mu­k­an.

Kepala Kantor SAR Ke­las A Padang, Abdul Malik, membenarkan adanya insiden tersebut dan segera mengerahkan tim pencarian ke lokasi kejadian. Me­nurut keterangan saksi,  korban hanyut ketikame­nyeberangi sungai untuk ­menuju ke ladangnya.

“Pada saat korban me­nyeberang, debit air sungai tiba-tiba meningkat tajam akibat curah hujan. Korban yang berprofesi sebagai petani ini diduga tidak mampu melawan arus deras sehingga hanyut ter­seret,” kataAbdul Malik.

Baca Juga  6 Sikap TKN Setelah Unggul di Quick Count

Dijelaskan Abdul Malik, masyarakat setempat telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri namun hasilnya masih nihil. Informasi mengenai kejadian tersebut diterima oleh Kantor SAR Padang dari Musnal, perwakilan BPBD Kambang, pada pukul 14.09 WIB.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Padang langsung memberangkatkan tim dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan pada pukul 14.21 WIBm” tutur dia.

Abdul Malik menambahkan, pihaknya me­nge­rah­kan empat personel Res­­cuer menuju lokasi ke­ja­dian. Estimasi waktu tem­­puh dari Unit Siaga SAR Pessel ke titik per­kiraan korban hanyut (LKP) adalah sekitar 1 jam 40 menit, mengingat jarak darat yang cukup jauh, sekitar 66 KM.

Baca Juga  Tak Tahan Dianiaya,  Istri Kapak Kepala Suami

“Tim SAR gabungan saat ini fokus melakukan pencarian terhadap korban. Sejumlah Alat Utama (Alut) dan Peralatan SAR (Palsar) telah dikerahkan untuk mendukung operasi, termasuk Rescue Car, perahu karet, pelampung, tali, peralatan medis, peralatan komunikasi dan alat pendeteksi bawah air,” ungkap Abdul Malik.

Abdul Malik menambahkan bahwa operasi pen­­carian menghadapi ken­­dala serius. Faktor pe­ng­hambat utama di lokasi saat ini adalah cuaca hujan dengan kecepatan angin mencapai 9 knot, yang tentunya mempengaruhi kondisi arus sungai dan jarak pandang tim di lapangan.

“Pencarian terhadap Utat,­ warga Kampung Akad Nagari Kambang Utara, masih terus diupayakan oleh tim SAR gabungan bersama unsur terkait di Pesisir Selatan,” tutup dia. (*)