METRO PADANG

Di Tengah Penurunan TKD 24,8%, Rachmad Wijaya: Gerindra Minta Pemko Tunda Program Kurang Prioritas

0
×

Di Tengah Penurunan TKD 24,8%, Rachmad Wijaya: Gerindra Minta Pemko Tunda Program Kurang Prioritas

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN PENDAPAT AKHIR— Juru Bicara Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya menyerahkan pendapat akkhir fraksi kepada pimpinan DPRD Padang, saat Sidang Paripurna Pendapat Akhir RAPBD 2026 di gedung DPRD Kota Padang, Senin (24/11).

PADANG, METRO–Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang menegaskan ko­mitmennya untuk memastikan APBD 2026 disusun secara rea­listis, efisien, dan fokus pada ke­pen­tingan masyarakat banyak.

Hal itu disampaikan Ju­ru Bicara Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, dalam Sidang Paripurna Pendapat Akhir RAPBD 2026 di Gedung DPRD Kota Padang, Senin (24/11).

Dalam penyampaiannya, Rach­mad menjelaskan bahwa pembahasan RAPBD 2026 sangat dipengaruhi penurunan tajam alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sesuai Kepmenkeu Nomor 29 Tahun 2025. TKD Kota Padang yang sebelumnya mencapai Rp1,852 tri­liun pada 2025, turun men­jadi Rp1,393 triliun pa­da 2026 — merosot sekitar Rp459 miliar atau 24,8 persen. Penurunan ini membuat pemerintah daerah harus melakukan rasionalisasi dan meninjau ulang prioritas pembangunan.

“Dengan kondisi fiskal yang menurun, Fraksi Gerindra menilai sangat penting untuk menunda atau merevisi program yang ku­rang prioritas demi men­­jaga efektivitas anggaran dan kesinambungan pembangunan,” ujar Rachmad pada paripurna yang dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran.

Baca Juga  Nasi Kebuli Sultan Pindah ke Jalan S Parman Ulak Karang, Diresmikan Gubernur, Hadir dengan Tempat Lebih Nyaman 

Gerindra menyoroti capaian positif pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik dari Rp­897,6 miliar menjadi Rp1,­024 triliun pada RAPBD 2026. Rachmad menegaskan bahwa peningkatan ini harus dicapai secara nyata melalui strategi yang terukur dan kondusif bagi dunia usaha.

“Peningkatan PAD ti­dak boleh semata untuk me­nu­tup­ defisit, tetapi harus memperkuat fondasi fiskal Kota Padang dalam jangka panjang,” jelas Rach­mad pada rapat yang di­pimpin Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye.

Fraksi Gerindra juga memberi perhatian terhadap pengurangan se­jum­lah belanja mengikat, termasuk penghapusan anggaran Rp7 miliar untuk asuransi gedung dan kendaraan dinas. Rachmad mengingatkan bahwa kebijakan itu dapat menimbulkan risiko terhadap aset pemerintah daerah.

“Efisiensi memang pen­ting, tetapi perlindungan aset vital pemerintah harus tetap menjadi pertimbangan utama,” tegas Rachmad, Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar.

Baca Juga  PTM Terbatas Hari Pertama Lancar di Kota Padang, ”Senangnya Siswa bisa kembali ke Sekolah”

Selain itu, operasional LPS-DLH yang mencapai Rp31,6 miliar juga diminta un­tuk dievaluasi ulang de­mi memastikan efektivitas penggunaan anggaran.

Dukungan Restrukturisasi SOTK

Fraksi Gerindra menyatakan dukungan terha­dap restrukturisasi struktur organisasi perangkat daerah (SOTK) guna menciptakan birokrasi yang lebih ramping dan efisien. Langkah ini dinilai krusial agar belanja pegawai dapat ditekan sesuai ketentuan maksimal 30 persen dari total belanja daerah pada masa transisi 2027.

Setelah mencermati keseluruhan proses pembahasan RAPBD, Fraksi Gerindra secara resmi me­nye­tujui Ranperda APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

“Kami berharap APBD 2026 dapat membawa manfaat nyata, memperkuat kualitas pelayanan publik, dan meningkatkan kese­jah­­teraan masyarakat Ko­ta Padang,” tutup Rachmad. (*)