ARSENAL tampil tanpa kompromi saat menghantam Tottenham Hotspur lewat kemenangan yang dipimpin hattrick brilian Eberechi Eze.
Pertandingan ini mengokohkan posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris dengan memperlebar jarak sembilan poin dari Chelsea yang menduduki posisi kedua.
Duel sengit Derbi London Utara di Emirates Stadium pada Minggu (23/11) semakin panas setelah adanya insiden perusakan mural Eze yang terjadi sebelum laga. Alih-alih terganggu, sang gelandang justru menjadikan pertandingan ini sebagai panggung pertunjukannya.
Arsenal langsung menekan sejak babak pertama. Gol pembuka hadir melalui Leandro Trossard pada menit ke-36 sebelum Eze memulai pesta golnya.
Gol pertama Eze lahir dari aksi solo yang memukau di tepi kotak penalti Spurs, melewati beberapa pemain sebelum melepaskan tendangan keras tak terbendung pada menit ke-41.
Gol keduanya pada menit ke-46, Eze menerima bola di area antarlini dengan punggung menghadap gawang.
Dalam tekanan dua pemain Spurs, Eze melakukan kontrol pertama yang halus untuk membuka ruang sepersekian detik, kemudian memutar badan dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang yang membuat kiper Guglielmo Vicario tidak berkutik.
Gol ketiganya lahir melalui skema serangan cepat pada menit ke-76. Eze kembali menerima umpan pendek di tepi kotak penalti, kali ini dengan ruang yang bahkan lebih sempit.
Eze melakukan sentuhan kecil untuk menggeser bola menjauhi hadangan Micky van de Ven, sebelum akhirnya melepaskan tembakan curling yang kembali bersarang di pojok gawang.
Dengan torehan tiga gol, Eberechi Eze juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak hattrick di ajang Premier League dalam laga Derbi London Utara.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur tampil mengecewakan. Perubahan taktik Thomas Frank dengan formasi tiga bek terbukti menjadi bumerang. Spurs bahkan tidak mencatat satu pun sentuhan di kotak penalti Arsenal pada babak pertama.
Upaya bangkit baru muncul lewat gol jarak jauh luar biasa dari Richarlison yang melepas tembakan lob pada menit ke-55. Namun, itu menjadi satu-satunya momen berbahaya Spurs sepanjang laga.
Arsenal yang memanfaatkan lemahnya struktur Spurs, terus menggempur pertahanan lawan. Declan Rice, Bukayo Saka, Mikel Merino, hingga Martin Zubimendi ikut berperan dalam menciptakan peluang.
Sementara itu, penjaga gawang arsenal David Raya hampir tidak mendapat ancaman berarti selain gol dadakan Richarlison.
Spur sebenarnya langsung melakukan pergantian formasi menjadi 4-3-3 setelah jeda. Namun, usaha itu sia-sia karena Arsenal telah sepenuhnya menguasai jalannya pertandingan.
Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Tottenham Hotspur yang dalam tiga laga terakhir tampil mengecewakan dengan kekalahan dari Chelsea dan hasil imbang melawan Manchester United. (jpg)






