AGAM/BUKITTINGGI

Miliki Potensi Besar dalam Pengembangan Ekraf, Kemenkraf Sosialisasikan Rindekraf di Bukittinggi

0
×

Miliki Potensi Besar dalam Pengembangan Ekraf, Kemenkraf Sosialisasikan Rindekraf di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI RPERPRES— Kementerian Ekonomi Kreatif mensosialisasikan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 sebagai penguatan ekonomi kreatif (ekraf) yang diselenggarakan di Kota Bukittinggi, Senin (24/11).

BUKITTINGGI, METRO–Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar sosia­lisasi Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 di Kota Bukittinggi, Senin (24/11), sebagai u­paya memperkuat arah pembangunan ekonomi kreatif nasional.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Perencanaan Ke­uangan dan Program Ke­menekraf, Riwud Mujirahayu, menyampaikan bahwa Bukittinggi dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan eko­nomi kreatif (ekraf). Ia menilai jumlah pelaku ekraf di kota ini sangat menonjol, terutama di subsektor kuliner, kriya, dan fashion.

“Pertumbuhan ekraf secara global sangat meng­gembirakan. Capaian ekspor dan penyerapan te­naga kerja menjadi hal yang membanggakan. Bukittinggi juga memiliki ba­nyak pegiat ekraf yang aktif dan potensial,” ujar Riwud.

Sosialisasi yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan ini bertujuan menjaring masukan untuk penyempurnaan RPerpres Rindekraf 2026–2045.

“Masukan diperlukan agar dokumen ini lebih komprehensif, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional maupun daerah,” tambahnya.

Riwud menegaskan bahwa Rindekraf akan men­jadi pedoman strategis yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2019 tentang Eko­nomi Kreatif. Ia berharap kebijakan ini mampu menciptakan ruang bagi para pelaku ekraf untuk tumbuh, naik kelas, dan bahkan mendunia.

“Rindekraf ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ekraf. Dokumen ini adalah pondasi pembangunan ekraf Indonesia 20 tahun ke depan, memastikan kompetensi global dibangun dengan skema pendanaan dari pemerintah maupun swasta,” jelas Riwud.

Menurutnya, ekonomi kreatif telah terbukti menjadi tulang punggung baru perekonomian Indonesia dan diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Staf Ahli Pemkot Bukittinggi, Melfi Abra, menyambut baik per­hatian Kemenekraf terhadap penguatan ekraf lokal. Ia menilai kreativitas menjadi tuntutan utama di era ekonomi digital yang berkembang pesat.

“Terima kasih kepada kementerian. Saat ini kre­ativitas sangat dituntut, apalagi di era ekonomi digital. Ekraf tanpa komunikasi akan terpendam karena tidak tersosialisasi dengan baik,” ujarnya.

Melfi memastikan bahwa regulasi yang sedang dirancang akan membuka peluang besar bagi pe­nguatan perekonomian nasional, termasuk bagi Kota Bukittinggi. Ia mendorong para pelaku ekraf untuk semakin aktif dan bersatu dalam menyamakan visi dan misi demi kemajuan bersama. (pry)