LIVERPOOL kembali terjerembap dalam krisis performa setelah dipermalukan Nottingham Forest 0-3 di Stadion Anfield, Sabtu (22/11) malam WIB. Kekalahan ini memperpanjang tren buruk The Reds yang kini telah menelan enam kekalahan dari tujuh laga terakhir di Premier League.
Murillo membuka keunggulan Forest lewat tandukan dari skema sepak pojok di babak pertama. Setelah jeda, Nicola Savona dan Morgan Gibbs-White menambah dua gol yang membuat Anfield terdiam dan memicu eksodus penonton yang mulai meninggalkan stadion 12 menit jelang bubaran.
Liverpool, yang sebelumnya dihajar Manchester City 0-3 sebelum jeda internasional, kini menelan dua kekalahan beruntun dengan selisih tiga gol atau lebih — pertama kali terjadi sejak 1965.
Arne Slot tak menutupi kekecewaannya dan menegaskan bahwa semua hasil buruk ini berada di pundaknya.
“Menang atau kalah, itu tanggung jawab saya,” ujar Slot. “Jika Anda kalah 3-0 di kandang, itu jauh di bawah standar Liverpool. Kami semua seharusnya sangat kecewa.”
Slot menilai masalah utama Liverpool terletak pada penyelesaian akhir dan konsentrasi di lini belakang.
“Hampir setiap peluang yang kami miliki terbuang sia-sia, dan hampir setiap kali lawan mendapat peluang, bola masuk. Itu situasi yang sangat sulit,” katanya.
Pelatih asal Belanda itu bahkan mengakui bahwa ini adalah salah satu kekalahan terburuk sepanjang kariernya.
“Bermain di Anfield, kalah 3-0, siapa pun lawannya — itu hasil yang sangat, sangat buruk.”
Tren negatif ini membuat Liverpool yang berstatus juara bertahan turun ke peringkat 11 dengan 18 poin. Kondisi makin mengkhawatirkan mengingat mereka juga menjadi juara bertahan pertama sejak Leicester City 2016/17 yang menelan enam kekalahan dalam 12 laga awal musim.
Slot kini berharap timnya bisa bangkit saat menghadapi PSV di Liga Champions pada Rabu (26/11).
“Dalam beberapa hari lagi Liga Champions dimulai. Kami harus merespons,” tegasnya.
Sementara itu, Nottingham Forest merayakan malam bersejarah. Kemenangan ini menjadi kemenangan tandang beruntun atas Liverpool dalam dua musim terakhir — pertama kalinya sejak era 1960-an. Pelatih Forest, Sean Dyche, memuji mentalitas anak asuhnya.
“Kami ingin membangun tim yang kompetitif, dan hasil ini adalah penanda penting,” ujar Dyche.
Forest kini keluar dari zona degradasi dan naik ke posisi 16, sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi empat laga sejak Dyche mengambil alih klub. (*/rom)






