PADANG, METRO–Ketua DPRD Sumbar, Muhidi berkomitmen untuk memperkuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai ujung tombak penggerak pariwisata berbasis masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Jambore Pokdarwis Sumbar yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu (21–22/11) di kawasan Camping Ground PT Semen Padang
Muhidi menyampaikan, Pokdarwis memegang peran dalam menjaga keberlangsungan destinasi wisata. Mulai dari kebersihan, keasrian lingkungan, hingga kualitas pelayanan kepada pengunjung, semuanya berada pada sentuhan langsung para penggerak wisata di lapangan.
“Pokdarwis adalah garda terdepan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Di tangan Pokdarwislah destinasi-destinasi kita terawat dan kearifan lokal diperkenalkan kepada wisatawan. Inilah kekuatan utama pariwisata Sumatera Barat perpaduan alam, budaya, dan masyarakatnya,” ujar Muhidi.
Muhidi menegaskan kepada ratusan peserta yang hadir bahwa masa depan pariwisata Sumbar sangat ditentukan oleh inovasi dan konsistensi Pokdarwis di setiap nagari dan desa wisata.
“Melalui pengelolaan destinasi yang kreatif dan profesional, lanjutnya, Pokdarwis mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Keberadaan mereka dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, meningkatkan penjualan produk lokal, serta memicu tumbuhnya homestay, kuliner, transportasi wisata, dan berbagai layanan pendukung lainnya,” tegas dia.
Dampaknya, kata Muhidi, langsung dirasakan masyarakat melalui meningkatnya perputaran ekonomi serta kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, melalui kegiatan Jambore ini, ia mengajak seluruh Pokdarwis untuk terus berinovasi, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi destinasi, memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas daerah, serta menjadikan pelayanan prima sebagai standar utama.
“Jadikan Jambore ini sebagai momentum memperkuat jejaring, belajar hal-hal baru, dan merumuskan langkah strategis demi kemajuan pariwisata Sumbar. DPRD Sumbar siap menjadi jembatan kebijakan dan mitra dalam mendorong sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas pariwisata,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, menegaskan bahwa kinerja kelompok sadar wisata (pokdarwis) selama ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan sektor pariwisata daerah. Ia menyebutkan, sejumlah desa wisata di Sumbar berhasil masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia, sebuah capaian yang menunjukkan kuatnya peran masyarakat dalam menggerakkan sektor ini.
“Pembangunan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat sebagai motor utama. Sumbar, kata dia, terus mendorong tumbuhnya desa-desa wisata yang berkelanjutan, karena pariwisata dan ekonomi kreatif terbukti berkontribusi besar terhadap PDRB daerah,” kata Lila.
Menurutnya, pariwisata harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memaksimalkan seluruh potensi lokal yang dimiliki setiap nagari. Ia juga menekankan pentingnya penguatan konsep experience tourism yang mengutamakan pengalaman autentik bagi wisatawan, melalui kolaborasi masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh unsur terkait. Upaya menciptakan desa wisata yang hidup, kreatif, dan berdaya saing menjadi strategi jangka panjang yang terus didorong.
“Tujuan pelaksanaan Jambore Pokdarwis adalah memperluas jejaring antarpelaku wisata, memperkuat kapasitas pokdarwis, serta mendorong terciptanya inovasi untuk memajukan pariwisata Sumbar secara berkelanjutan” kata dia.
Dalam pembukaan tersebut juga diiringi dengan pengukuhan Forum Pokdarwis Sumbar, penyerahan penghargaan terhadap pokdarwis berprestasi. Selama dua hari para peserta Pokdarwis juga mendapat materi-materi strategis dari narasumber hingga kegiatan peningkatan kapasitas lainnya. (rgr)






