AGAM, METRO–Kabupaten Agam, dilanda bencana alam beruntun pada Minggu (23/11). Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Total lima kecamatan terdampak cukup parah.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan tanda-tanda kejadian mulai terpantau sejak pukul 00.05 WIB. Laporan resmi pertama diterima Pusdalops BPBD sekitar pukul 07.00 WIB.
“Setidaknya lima kecamatan mengalami dampak signifikan, yaitu Banuhampu, Tanjungraya, Palupuh, Palembayan, dan Lubukbasung,” ujar Abdul Ghafur.
Di Kecamatan Banuhampu, banjir merendam tiga rumah warga di Jorong Sungai Buluah, Nagari Cingkariang. Rumah milik Weni, Nini, dan Yulma terendam air bercampur lumpur. Salah satu rumah mengalami retak pada lantai dapur. Petugas dibantu warga telah menyelesaikan proses pembersihan material.
Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Tanjungraya, tepatnya di Jorong Paninjauan, Nagari Paninjauan. Banjir bandang dan longsor menutup dua titik jalan lingkar nagari hingga tak bisa dilewati.
Material longsor juga menimbun tiga kolam renang, merusak tiga saung dan satu bangunan kafe, serta meluluhlantakkan kolam pembibitan ikan seluas satu hektare. Tak hanya itu, sekitar lima hektare sawah dan ladang warga rusak, sementara aliran air bersih terputus total.
Di Kecamatan Palupuh, pohon tumbang sempat menutup total Jalan Provinsi Palupuh–Bukittinggi di Jorong Palimbatan. Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi material.
Badan jalan Kampung Pasia–Lurah Dalam bahkan amblas sepanjang 25 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Sawah seluas tiga hektare juga terendam banjir.
Kecamatan Palembayan menghadapi tantangan besar. Longsor menutup Jalan Provinsi Palembayan–Bukittinggi di empat titik, masing-masing di Jorong Gumarang dan Jorong Lubuak Gadang. Hingga sore hari, jalur ini masih belum tertangani akibat tingginya volume material.
Di Lubukbasung, pohon tumbang di Jorong Sago dan longsor di Jorong Batu Hampa sempat menutup akses jalan kabupaten. Berkat gotong-royong warga dan bantuan alat berat dari perusahaan setempat, akses telah kembali dibuka.
BPBD Agam masih terus melakukan pendataan dan penanganan darurat di semua titik terdampak. Sejumlah wilayah, terutama Tanjungraya dan Palembayan, masih membutuhkan penanganan lanjutan karena skala kerusakan yang cukup besar. (pry)





