PADANG, METRO–Penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) antara SMK Negeri 5 Padang dengan PT Greencontrols Technolgy Indonesia, pada Rabu (19/11) di SMK Negeri 5 Padang. Kegiatan lain yang disepakati kedua pihak anatra lain adalah pendidikan, penelitian, sumber daya manusia, pengembangan instusi dan pelatihan.
Hadir dalam kesempatan itu, Direktur PT Greencontrols Technology Indonesia Hendra Rusmana, Mr. Siew dari Greencontrols Malaysia, Suryanto (Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumbar), Rizka Fauzi Yosfi (Kepala SMKN 5 Padang) dan kepala jurusan di lingkungan SMKN 5 Padang.
Kepala SMK N 5 Rizka Fauzi Yosfi mengatakan, salah satunya jurusan yang ada di SMKN 5 Padang adalah, jurusan ketenagaan listrikan. Salah satu orientasinya, membangun gedung baru dan pembelian alat.
Saat ini pihak sekolah berharap, SMKN 5 Padang ini menjadi pusat sertifikasi, trading center, verification centre untuk wilayah Sumatera Barat.
“Target awalnya bagaimana ini bisa jalan, berkiprah di LKS Word Skill, word square atau Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang menjadi jalur seleksi untuk kompetisi keahlian tingkat dunia, WorldSkills. Jadi anak-anak listrik tidak hanya belajar manual eletrical dan mereka juga belajar otomasi.
Otomasi adalah proses penggunaan teknologi, seperti mesin dan perangkat lunak, untuk menjalankan tugas atau proses secara otomatis dengan campur tangan manusia yang minim.
“Untuk itu kita bicara sistem dan sistem pnx dengan peralatannya dan invesatasinya. Kita memberikan pilihan kepada siswa dan orang tua. Apakah mereka tamat SMK jurusan listrik bisa atau mau upgrade menjadi otomasi electrical termasuk juga guru-guru yang kita sertifikasi,” katanya.
Kabid SMK Suryanto memberikan apresiasi kepada SMK Negeri 5 Padang yang telah melakukan MoU dengan PT Greencontrols Technology Indonesia. “Pada akhirnya anak-anak kita yang lulusan SMK itu harus bekerja aka upaya sekolah ini ubtuk mendekatkan menimal sama dengan kondisi dunia industri semoga sekolah bisa bisa meniru juga,” tutur Suryanto.
Direktur PT Greencontrols Technology Indonesia, Hendra Rusmana mengaku bahwa kerjasama kita akan transfer knowledge (pengetahuan), transfer ilmu teknologi kepada guru dan siswa ada kesepakatan.
“Selain itu kita juga bekerjasama untuk menyiapkan traning dan ruang praktik buat murid dan guru agar bisa bereksprimen dan kerja praktik. Juga menyediakan magang di Jakarta agar apa mereka pelajaran bisa dipraktikkan.
Selama magang ia akan ada mengerjakan proyek real dan diberikan sertifikasi bersifat internasional yang memenuhi persyaratan melalui traning dan magang. Dan, ia akan bisa bekerja di seluruh dunia ini kesempatan yang bagus di dunia kerja.
“Ini menjadi nilai tambah di dunia kerja, profesi ini sangat strategis dan sangat dibutuhkan dan bisa berkompentisi di perusahaan. Kita berstandar internasional yang disupport ribuan brand untuk teknologi dan paling banyak digunakan dunia saat ini,” ucap Hendra Rusmana.
Disebutkan, adanya skil dan kompetisi ini untuk mereka bisa bekerja mendapatkan projek di Indonesia dan mancanegara lebih besar karena sertifikasi ini standar seluruh di dunia. “Dengan telah memegang sertifat ini sudah bisa berkompetisi di dunia,” tuturnya. (ped)





