METRO PADANG

Kasus Baru HIV di Padang Menurun, Skrinning Efektif, 13 Tahun Terakhir Ditemukan 1.834 Kasus

0
×

Kasus Baru HIV di Padang Menurun, Skrinning Efektif, 13 Tahun Terakhir Ditemukan 1.834 Kasus

Sebarkan artikel ini
dr Srikurnia Yati Kadinkes Kota Padang

PADANG, METRO–Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Padang mencatat Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Padang menurun jika dibanding tahun sebelum­nya. Penyebab turunnya kasus karena terus berjalannya skrining bagi mereka berisiko HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati menjelaskan, angka HIV Kota Padang sebenarnya tercatat bagus. Sepanjang 13 tahun belakangan (tahun 2012-2025), angka temuan kasus HIV hanya 1.834 kasus.

Srikurnia menyebut, penemuan kasus baru HIV di dua tahun terakhir jauh menurun. Pada tahun 2024 (rentang waktu Januari – Desember) ditemukan sebanyak 234 kasus. Sedangkan di tahun 2025 ini (Januari – September) menurun menjadi 192 kasus baru saja.

“Jika dibandingkan, ti­dak terdapat peningkatan penemuan kasus baru HIV di Kota Padang,” bebernya, Jumat (21/11).

Srikurnia menjelaskan, dari 192 kasus di sepanjang tahun 2025 ini, 87 kasus (45%) di antaranya, pasien berasal dari Kota Padang. Sementara 105 kasus lainnya (55%), merupakan pa­sien yang berasal dari luar Padang, dalam maupun luar Sumatera Barat.

Temuan kasus di tahun ini terdapat di sejumlah tempat fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Padang. Seperti di 16 fasilitas pelayanan kesehatan dengan layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) HIV di Kota Padang. Di antaranya RSUP M Djamil, RS Yos Sudarso, RST Reksodiwiryo, RSUD dr. Rasidin, RS Hermina, RS Unand, RS Naili DBS dan RSI Siti Rumah.

Selain itu di antaranya di tujuh Puskesmas, seperti Puskesmas Seberang Padang, Puskesmas Andalas, Puskesmas Bungus Teluk Kabung, Puskesmas Lubuk Buaya, Puskesmas Ulak Karang, Puskesmas Pauh, Puskesmas Lubuk Begalung dan satu kasus di Klinik Cemara PKBI.

Turunnya penemuan kasus baru HIV di Kota Padang dikarenakan gencarnya pelaksanaan skrining, sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan HIV. Pihak Dinkes melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan HIV di se­kolah, kampus dan juga di masyarakat.

Skrining HIV juga di­gen­­carkan bagi orang yang berisiko, seperti Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), Pekerja Seks, pasangan Orang Dengan HIV (ODHIV), dan warga Binaan Perma­syarakatan (WBP).

“Kami juga melakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam bentuk workshop dan pelatihan mengenai HIV ataupun Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk melakukan peningkatan keterlibatan fasilitas pelayanan ke­se­hatan swasta dan sektor terkait, serta memperkuat jejaring internal dan eksternal dalam penanggulangan HIV dan IMS,” ucap Srikurnia Yati.

“Selain itu, penurunan kasus juga dikarenakan di beberapa daerah Kabupaten Kota lain sudah mulai aktif melakukan layanan testing dan pengobatan HIV,” tambah Kadiskes.

Meski begitu, Kadiskes tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang untuk dapat melindungi diri sendiri dan keluarga agar tidak terinfeksi penyakit menular HIV/AIDS. Menghindari diri dari perilaku berisiko (seks bebas dan LGBT). Serta tetap setia kepada pasangan.

“Tetap melakukan testing HIV secara gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit.

Bagi yang sudah terinfeksi HIV agar patuh dan teratur mengonsumsi obat dan jangan menularkan kepada orang lain,” imbaunya.

Selain itu, ia juga meng­imbau kepada keluarga Orang Dengan HIV (ODHIV) untuk dapat mem­berikan support kepada pasien agar minum obat secara teratur. Jangan ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

“Mari kita lindungi bersama generasi muda dari HIV. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” ajaknya. (brm)