TANAHDATAR, METRO–Perkuat pemahaman wartawan terhadap isu-isu ekonomi, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Capacity Building Media di Emersia Hotel, Kabupaten Tanahdatar, Kamis-Jumat (20-21/11).
Bertemakan “Jurnalisme Ekonomi di Era Bank Sentral Digital: Mengawal Tata Kelola dan Kontribusi Nyata untuk Perekonomian Nasional”, kegiatan yang diikuti puluhan wartawan dari media cetak, elektronik dan TV, dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram.
Selama dua hari kegiatan, BI Sumbar menghadirkan narasumber Statisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Muhammad Kanzu Satria, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Tanahdatar, Masni Yuletri, Deputi Kepala BI Sumbar, Dandi Indarto Seno, perwakilan OJK, pakar ekonomi dari UNP hingga UMKM Rendang Uni Kayo.
“Media massa memiliki peran strategis sebagai mitra penyampai kebijakan moneter kepada publik. Kehadiran jurnalis menjadi bagian penting untuk memastikan informasi kebijakan dapat tersampaikan dengan baik, tepat, dan berimbang,” ungkap Majid.
Menurut Majid, bagi BI, media merupakan salah satu sarana utama penyampaian pesan terkait kebijakan BI. Kami menjaga hubungan baik dengan media, dan kami juga sangat menghargai independensi pers.
“Diselenggarakannya Capacity Building ini bertujuan memperkuat pemahaman insan pers terhadap isu-isu ekonomi, khususnya perkembangan kebijakan bank sentral di era digital,” ujar Majid.
Majid menegaskan, dengan pemahaman yang lebih baik, media dapat menyajikan pemberitaan ekonomi yang akurat sehingga meningkatkan literasi publik. Transparansi informasi menjadi elemen penting, dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan moneter.
“Oleh sebab itu, hubungan harmonis antara BI dan media harus terus diperkuat agar pesan kebijakan dapat diterima publik tanpa menimbulkan spekulasi yang tidak tepat. Media adalah ujung tombak transparansi. Kebijakan BI tidak akan efektif bila tidak bisa diterima masyarakat,” tutur dia.
Selain itu, Majid menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas jurnalis dalam memahami isu ekonomi terkini, seperti pengendalian inflasi dan perkembangan teknologi digital dalam sistem keuangan. Menurutnya, ekonomi semakin berkembang secara dinamis, sehingga jurnalis perlu terus memperbarui wawasan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan serta memperkuat literasi ekonomi di Sumbar. Dengan demikian, jurnalis dapat menyampaikan informasi yang lebih mendalam, kritis, dan konstruktif kepada masyarakat,” kata dia.
Majid berharap, Capacity Building Media BI Sumbar ini tidak hanya memperkuat hubungan antara BI dan jurnalis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pemberitaan ekonomi di daerah.
“Dengan pemahaman yang lebih baik, jurnalis dapat berperan aktif dalam mendukung edukasi publik dan stabilitas ekonomi nasional. Kami menjaga komunikasi yang baik dengan semua jenis media agar pesan-pesan kebijakan kami bisa tersampaikan dengan benar,” tutupnya. (rgr)






