BERITA UTAMA

Sadis! Remaja Putus Sekolah Tusuk Pemuda hingga Tewas, Tak Terima Ditegur saat Berkendara Kencang-Kencang, Pelaku Pulang lalu Datang lagi Bawa Pisau bersama Abang

2
×

Sadis! Remaja Putus Sekolah Tusuk Pemuda hingga Tewas, Tak Terima Ditegur saat Berkendara Kencang-Kencang, Pelaku Pulang lalu Datang lagi Bawa Pisau bersama Abang

Sebarkan artikel ini
PENUSUKAN— Pelaku Z yang melakukan penusukan hingga korbannya tewas, diamankan Tim Satreskrim Polres Solok Kota.

SOLOK, METRO–Tragedi berdarah yang merenggut satu nyawa terjadi di Jalan Sawah Rimbo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok. Seorang pemuda tewas bersimbah darah dengan luka tusuk pada bagian dadanya pada Senin (17/11) sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban yang diketahui bernama Deki Fatriansyah (29) sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Solok. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang dideritanya.

Sedangkan orang yang telah membunuh korban merupakan remaja putus sekolah berinisial Z (17). Diduga, motifnya karena pelaku marah dan tak terima ditegur oleh korban saat ia mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi di kawasan permukiman penduduk.

Bahkan, pelaku Z sempat menantang korban hingga terjadilah perkelahian. Hanya saja, pelaku merasa kalah dalam duel itu dan langsung pulang ke rumahnya untuk mengadu kepada abangnya. Dalam kondisi emosi, pelaku dan abangnya kembali mendatangi korban sambil membawa pisau.

Tanpa banyak bicara, pelaku Z langsung menu­suk­kan pisau ke dada korban hingga korban tergeletak bersimbah darah. Sedangkan abangnya, tidak ikut menusuk korban karena dipegangi dan dihalangi oleh warga. Usai penusukan itu, pelaku dan abangnya langsung meninggalkan lokasi.

Warga selanjutnya melaporkan kasus penusukan itu ke Polres Solok Kota dan membawa jenazah korban ke rumah sakit. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berselang beberapa jam, Polisi menangkap pelaku Z yang sedang berada di dekat rumahnya.

Kasat Reskrim Polres Solok Kota, Iptu Oon Kurnia Ilahi menerangkan kronologi kejadian, bermula ketika pelaku berinisial Z bersama seorang temannya melintas di depan korban dengan sepeda motor dalam kecepatan tinggi.

“Korban menegur pelaku, namun teguran itu tidak diterima oleh pelaku hingga terjadi perkelahian. Merasa tidak mampu melawan korban, pelaku pergi meninggalkan lokasi sambil mengucapkan, “Caliak dek ang yo!” (Lihat saja nanti) dan pulang ke rumah dengan diantar temannya,” kata Iptu Oon, Selasa (18/11).

Setiba di rumahnya, ungkap Iptu Oon, pelaku pelaku mengambil sebilah pisau dan meminta bantuan kakaknya berinisial W untuk melakukan balas dendam. 10 menit kemudian, pelaku dan kakaknya kembali ke lokasi dan langsung menghardik korban.

“Ketika korban mendatangi mereka, pelaku lebih dulu menyerang dengan menusukkan pisau ke dada kiri korban. Sementara itu, kakak pelaku yang juga memegang pisau berhasil ditahan oleh warga sehingga tidak ikut menyerang,” jelas Iptu Oon.

Iptu Oon menambahkan, akibat dari tusukan tersebut. Ia segera dilarikan warga ke RST Solok untuk mendapatkan perawatan. Saat dibawa ke RST, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB akibat luka tusukan tersebut.

“Pelaku berhasil kita amankan tak lama usia kejadian. Pelaku merupakan remaja yang statusnya putus sekolah. Terhadap pelaku Z kita jerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berendana dan 338 tentang pembunuhan. Saat ini terhadap pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif dan sudah dilakukan penahanan,” tutupnya. (*)