METRO PADANG

Andre Rosiade Lantik Pengurus DPW IKM Provinsi Bengkulu, Dorong Investasi dan Persatuan Perantau Minang

0
×

Andre Rosiade Lantik Pengurus DPW IKM Provinsi Bengkulu, Dorong Investasi dan Persatuan Perantau Minang

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN PENGURUS— Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade resmi melantik jajaran pengurus DPW IKM Provinsi Bengkulu, Sabtu (15/11/) malam di Balai Raya Semarak Bengkulu, Kota Bengkulu.

BENGKULU, METRO–Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade resmi melantik jajaran pengurus DPW IKM Provinsi Bengkulu, Sab­tu (15/11/) malam di Balai Raya Semarak Bengkulu, Kota Bengkulu. Pengurus yang diketuai Adnas Datuk Damuanso Nan Hitam ini langsung diminta bekerja mem­be­sarkan IKM hingga tingkat kecamatan dan kelurahan/desa.

Acara pelantikan turut dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, serta unsur Forkopimda. Selain DPW, turut dilantik lima DPD IKM: Kota Bengkulu, Kepahiang, Seluma, Mukomuko, dan Bengkulu Utara.

Andre Rosiade menegaskan bahwa IKM di Beng­kulu harus mengubah pola kerja organisasi agar lebih berorientasi pada manfaat ekonomi dan pem­bangunan aset. “Jangan sampai IKM hanya bisa menyelenggarakan acara. IKM harus memberikan manfaat. Kita ha­rus berani investasi dan punya aset,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR ini.

Andre juga menyoroti peluang besar dari Program Makan Siang dan Susu Gratis senilai Rp100 triliun yang akan mulai berjalan pada 2026. Ia meminta para anggota IKM yang me­miliki usaha untuk mem­persiapkan diri menjadi supplier program ter­sebut.

“Duitnya miliaran tiap hari. Jangan sampai dikerjakan orang lain. IKM Beng­kulu harus bergerak. Manfaatkan peluang Rp100 triliun ini,” tegas Andre yang meminta semua pengurus IKM baik tingkat Provinsi sampai ke bawah agar terus berupaya mengem­bang­­kan organisasi dan membantu kesejahteraan perantau Minang.

Sementara itu Ketua DPW IKM Bengkulu Adnas Datuk Damuanso Nan Hitam menyerukan persatuan di antara masyarakat Minang di perantauan. Ia menilai dualisme organisasi hanya melemahkan ke­kuatan komunitas. “Tidak ada lagi ‘no induk maupun ikatan’. Jadilah satu. Orang Minang banyak tapi berserak-serak,” ujarnya.

Ia juga menyanjung kepemimpinan Andre Rosiade yang dianggapnya muda, kreatif, energik, dan peduli pada perantau Minang. “Kita mempunyai Ketum yang sangat bekerja keras sebagai wakil rak­yat dan hasilnya sangat terlihat,” katanya.

Salah satu program IKM Bengkulu yang men­dapat perhatian adalah rencana menjadikan Mars IKM Bengkulu sebagai Mars IKM Nasional. Adnas juga berharap masjid tempat pelantikan dapat menjadi masjid percontohan di Bengkulu dan tingkat nasional. “Yang mars kita sudah direstui jadi mars resmi IKM,” katanya.

Bengkulu Butuh RS Kemenkes Tipe A

Gubernur Helmi Hasan memanfaatkan kehadiran Andre Rosiade yang dijulukinya “Singanya Senayan” untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Beng­kulu. Permintaan utamanya adalah pembangunan Rumah Sakit Kemenkes Tipe A di provinsi itu.

“Kalau ada yang sakit stadium empat, RS M. Yunus tidak mampu. Harus di­bawa ke Palembang. Yang sehat saja sakit di jalan kalau dompet kosong,” ucapnya.

Helmi bahkan berkela­kar bahwa jika Andre berhasil mewujudkan rumah sakit tersebut, ia layak disebut “calon penghuni surga”.

Gubernur juga mengaitkan peran IKM dengan sejarah Bengkulu sebagai “Negeri Keramat”, tempat Fatmawati menjahit Sang Saka Merah Putih. Ia menilai IKM dapat menjadi jembatan antara aspirasi daerah dan pemerintah pusat dalam memperjuangkan alokasi anggaran.

Di akhir acara, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para pengurus IKM dan menutup sambutan dengan pantun tentang pentingnya persatuan. (*)