PADANG, METRO–Jalan Mangunsarkoro sudah lama rusak dan “keriting”. Selama hampir 10 tahun ruas jalan ini hanya di-patching, padahal sudah masuk dalam kategori rusak berat.
Dengan kondisi saat ini, jalan Mangunsarkoro tidak dapat lagi dilakukan patching (penambalan). Karena kontur tanah sudah keriting dan butuh perbaikan yang maksimal.
Pemko Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya melakukan overlay akhir tahun ini.
Sabtu (15/11), Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pekerjaan overlay jalan KIS Mangunsarkoro, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur.
Wali Kota Padang Fadly Amran saat meninjau pelaksanaan pekerjaan menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan pengerjaan berjalan sesuai spesifikasi. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas jalan ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Rancak.
“Kita berharap pengerjaan ini selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan. Ini bagian dari komitmen kita memperbaiki jalan yang ada di Kota Padang, baik jalan protokol maupun lainnya, dan ini merupakan komitmen kita dalam lima tahun yang akan datang,” ujar wako.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadiyanto menjelaskan bahwa peningkatan Jalan Mangunsarkoro dikerjakan sepanjang 560 meter. Penanganan diawali dengan metode cold milling untuk mengupas lapisan lama yang aus dan retak, kemudian dilanjutkan dengan overlay.
“Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp1,185 miliar dengan waktu pelaksanaan 60 hari. Namun pengerjaan selesai satu bulan lebih cepat, sehingga dapat dipastikan tuntas sebelum akhir tahun anggaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, Jalan Mangunsarkoro merupakan jalur protokol yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sudirman, dan Jalan Ujung Gurun. Jalan ini tidak pernah mendapatkan overlay besar lebih dari 10 tahun dan hanya ditangani melalui patching.
“Mengingat tingginya arus lalu lintas, perbaikan menyeluruh menjadi prioritas. Tahun ini overlay dikerjakan dengan ketebalan 4 cm untuk lapisan atas (wearing course) dan 6 cm untuk lapisan bawah (binder course), disesuaikan dengan kedalaman galian di lapangan,” tutupnya.
Dinas PUPR merencanakan, pengelupasan jalan dilakukan pada Sabtu ini hingga Rabu mendatang. Setelah itu dilakukan overlay pada Kamis depan.
“Kita ingin pengendara merasa nyaman saat melintasi jalan itu, kita muluskan jalan itu segera,” tegas Tri.
Diketahui selama ini, jalan Mangunsarkoro memang telah keriting. Keriting akibat telah sering dilakukan penambalan dan akhirnya berlubang kembali. Hal ini membuat pengendara tak nyaman. Bahkan beberapa kali terjadi insiden kecelakaan di jalur itu. (brm)






