METRO SUMBAR

Wujudkan Seribu Lapangan Kerja Baru, Petani Milenial Pasaman Diajak Gabung dalam Brigade Pangan

0
×

Wujudkan Seribu Lapangan Kerja Baru, Petani Milenial Pasaman Diajak Gabung dalam Brigade Pangan

Sebarkan artikel ini
PENGUKUHAN PETANI MILENIAL— Bupati Pasaman Welly Suhery mengukuhkan petani Milenial dalam Kelompok Brigade Pangan di Lubuk Sikaping, Pasaman,.

PASAMAN, METRO–Pembentukan petani milenial dalam kelompok Brigade Pangan (BP) a­dalah upaya untuk menjaga ketahanan pangan dan merupakan langkah konkrit strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang dapat membuka la­pangan pekerjaan baru di Pasaman. Kehadiran BP ini akan merealisasikan program unggulan dengan membuka lapangan kerja, karena 1 BP melibatkan 15 petani milenial yang diharapkan dalam operasional BP ini dapat memberikan kontribusi penda­patan utk pengelolanya.

BP yang merangkul kaum milenial dalam bentuk petani milenial pada kelompok Brigade Pangan ini berfokus pada anak muda dengan semangat pertanian modern, orientasi bisnis, dan kemahiran teknologi. “Ini akan membuka lapangan kerja baru, melibatkan anak muda dalam bentuk petani milenial, menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan dae­rah,” ungkap  Bupati Pasaman Welly Suhery dihu­bungi usai pelantikan 5 ke­lompok Brigade Pangan (BP) di Kabupaten Pasaman, Jum’at (14/11).

Dijelaskan Welly Su­hery, Brigade Pangan adalah program unggulan dari Kementerian Pertanian yang merekrut anak muda untuk menjadi kelompok “Petani Milenial” dan menjadi garda terdepan pertanian modern di Kabupaten Pasaman.  “Program ini bertujuan mengelola lahan pertanian secara terstruktur dan modern untuk meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan swasembada pangan nasional dan yang tidak kalah penting adalah dapat me­rekrut anak anak muda produktif untuk kreatif da­lam pertanian ,” sebutnya.

Bupati Welly berharap, selain membuka lapangan kerja baru kehadiran Brigade Pangan ini menjadi garda terdepan dalam mem­perkuat ketahanan pangan daerah. “Sebagai­mana petunjuk Kementerian Pertanian untuk melaksanakan program ketahanan pangan terutama da­lam peningkatan produksi padi, Brigade Pangan akan membantu kita dalam pro­ses ekspansi atau peluasan penanaman padi di Pasaman,” katanya.

Bupati Welly berharap Brigade Pangan juga bisa mendorong peningkatan produktivitas para petani lokal, yang sebelumnya setahun 2 kali panen, de­ngan keberadaan Brigade Pangan menjadi 3 kali pa­nen.

Bupati berkeyakinan, dengan adanya Brigade Pangan para petani bisa lebih siap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga pangan, kelangkaan, hingga potensi krisis pangan, se­hingga kita semua bisa hidup dalam kondisi yang lebih sejahtera dan aman. “Kehadiran Brigade Pa­ngan ini dapat meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas pertanian, mengelola lahan secara optimal dengan teknologi modern dan sis­tem yang terstruktur untuk meningkatkan hasil panen kedepannya di Kabupaten Pasaman,” sebutnya.

Sementara kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Prasetyo, keha­diran Brigade Pangan secara teknis dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, memperkuat ke­tahanan pangan nasional dengan meningkatkan pro­duksi dan mengurangi ketergantungan pada impor. Ia menggambarkan jika dalam konsep teknisnya skala pengelolaan nanti­nya satu kelompok Brigade Pangan dapat mengelola sekitar 200 hektar lahan. Jelas Pradetyo.

Ia juga menjelaskan, dukungan yang disiapkan untuk hal tersebut oleh pemerintah adalah satu ke­lompok didukung dengan modal 2-2,5 Milyar yg di­pergunakan utk membeli alat mesin pertanian berteknologi tinggi dan pendampingan. Prasetyo menambahkan pola ini akan menjadi pola integrator hulu ke hilir, dimana Brigade Pangan berperan sebagai penghubung yang mengelola pendapatan, Anggota diharapkan memiliki potensi penghasilan minimal Rp10 juta per bulan. (ped/rel)