PADANG, METRO–Satu toko grosir di Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, mengalami kebakaran, pada Kamis malam (123/11). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kota Padang, Budi Payan, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran tersebut diterima melalui layanan Padang Sigap 112 sekitar pukul 23.48 WIB. Tim Damkar langsung bergerak ke lokasi.
“Empat unit armada pemadam bersama 40 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman di area yang padat pertokoan dan ramai masyarakat. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 23.55 WIB dan berhasil menguasai api dalam waktu kurang dari 30 menit. Seluruh proses pemadaman dan pendinginan selesai pukul 00.15 WIB,” kata Budi Payan, Jumat (14/11).
Dijelaskan Budi Payan, lokasi kebakaran berada di depan tugu Simpang Haru. Saat kejadian, sejumlah warga sempat panik karena api terlihat membesar di bagian depan toko. Salah seorang saksi, Azwarni (58), pedagang di sekitar lokasi, mengaku melihat asap tebal keluar dari bagian atap toko sebelum api menjalar cepat ke bagian dalam.
“Saksi ini melihat ada asap tebal keluar dari atap, lalu langsung melapor ke Damkar lewat nomor darurat. Kebakaran ini melanda satu unit toko grosir berukuran sekitar 3 x 4 meter milik Teguh Saputra (28), seorang pedagang asal Minang,” tutur Budi Payan.
Budi Payan menambahkan, Teguh merupakan penyewa bangunan yang sehari-hari berjualan kebutuhan harian. Saat kejadian, toko sudah tutup dan tidak ada aktivitas di dalamnya.
“Api sempat mengancam 10 petak bangunan lain di sekitar lokasi dengan luas area sekitar 30 x 5 meter persegi, namun berhasil dicegah oleh petugas berkat gerak cepat di lapangan. Petugas juga dibantu unsur Polri, TNI, Dubalang, Satpol PP, PLN, dan PMI dalam mengamankan area sekitar,” jelasnya.
Selain itu, kata Budi Payan, pemadaman berlangsung lancar, tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Kami juga berhasil menyelamatkan aset dan bangunan sekitar senilai kurang lebih Rp500 juta.
“Meski penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di salah satu bagian toko. Hingga kini, tim investigasi Damkar bersama pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi instalasi listrik di lokasi kejadian,” ungkap dia.
Budi Payan menambahkan, situasi padatnya bangunan di kawasan Simpang Haru menjadi tantangan tersendiri bagi petugas saat memadamkan api. Ruang gerak armada terbatas, sementara masyarakat sekitar sempat berkerumun di lokasi karena penasaran dengan kejadian tersebut.
“Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan pertokoan yang padat. Pastikan instalasi listrik aman, jangan tinggalkan peralatan elektronik dalam kondisi menyala,” imbau Budi. (*)






