OLAHRAGA

Laporta Tutup Pintu Kembalinya Messi ke Barcelona, Siapkan Tribute Spesial!

0
×

Laporta Tutup Pintu Kembalinya Messi ke Barcelona, Siapkan Tribute Spesial!

Sebarkan artikel ini

PRESIDEN Barcelona, Joan Laporta, menepis kemungkinan kembalinya Lionel Messi sebagai pemain setelah kunjungan mengejutkan bintang Inter Miami itu ke Spotify Camp Nou awal pekan ini.

Dalam wawancara bersama Catalunya Radio, Laporta menegaskan bahwa meski hubungan Messi dan klub tetap penuh hormat, wacana comeback di lapangan sudah tidak masuk akal secara realistis.

“Kepergiannya tidak seperti yang kami inginkan,” ujar Laporta. “Namun, demi rasa hormat saya kepada Messi dan semua orang di klub, tidak pantas bagi saya memicu spekulasi yang tidak realistis.”

Messi, kini berusia 38 tahun, membuat publik Barca geger setelah ia muncul tanpa pemberitahuan di Camp Nou yang masih dalam tahap renovasi. Ia datang bersama rekan setim­nya di klub dan tim nasional Argentina, Rodrigo de Paul.

Petugas keamanan me­ngi­zinkan keduanya masuk, menjadikan momen tersebut sebagai kunjungan pertama Messi ke rumah lamanya sejak kepergiannya yang penuh air mata pada 2021.

Di media sosial, Messi mengunggah foto dirinya di tengah tribun kosong dengan ketera­ngan yang sarat makna: ia berharap bisa “kembali untuk meng­ucapkan selamat tinggal yang tak pernah sempat diucapkan.”

Bagi para culers, unggahan itu bukan sekadar nostalgia, tapi simbol betapa dalam hu­bungan emosional antara sang megabintang dan klub yang membesarkannya. Laporta mengakui dirinya sama ter­kejutnya dengan semua pihak.

“Saya tidak tahu dia akan datang, tapi Camp Nou adalah rumahnya,” katanya. “Mereka memberi tahu saya apa yang terjadi. Itu adalah gestur yang baik, tindakan spontan dalam semangat Barcelona.”

Meski menutup pintu untuk Messi kembali sebagai pemain, Laporta memberi sinyal kuat bahwa klub menyiapkan momen khusus bagi legenda me­reka.

“Wajar jika Leo mendapatkan penghormatan terindah di dunia. Ketika stadion ini selesai direnovasi dengan kapasitas 105.000 penonton, kami i­ngin memberinya tribute yang pantas.”

Messi menghabiskan lebih dari dua dekade bersama Barcelona, termasuk 17 musim di tim utama mencetak 672 gol dalam 778 pertandingan dan memenangkan 34 trofi, di antaranya 10 gelar LaLiga dan empat trofi Liga Champions. Warisannya tak hanya diukur dari angka, tetapi dari identitas sepak bola yang ia bentuk bersama klub.

Namun, setelah kepergian mendadak ke Paris Saint-Germain pada 2021, banyak yang merasa kisahnya di Catalonia berakhir terlalu cepat, tanpa kesempatan perpisahan.

Kini, setelah setahun lebih bermain di Inter Miami dan menandatangani perpanja­ngan kontrak hingga 2028, harapan untuk melihat Messi me­ngenakan seragam blaugrana sekali lagi tampaknya tinggal kenangan.

Laporta sendiri menyiratkan bahwa yang paling penting kini adalah mengembalikan hubungan yang sempat renggang. Sejak kepindahan Messi ke PSG, yang dipicu oleh ma­salah finansial klub dan aturan LaLiga hubungan keduanya sempat membeku. Namun, dengan kunjungan spontan Messi kali ini, ada tanda-tanda kehangatan yang mulai pulih.

Dalam konteks sepak bola modern, perpisahan jarang sempurna. Tapi Barcelona dan Messi selalu punya hubungan yang melampaui logika bisnis, sebuah koneksi yang berakar dari sejarah, emosi, dan identitas. Keduanya mungkin sudah menempuh jalan berbeda, tapi “rumah” Messi tetap berwarna merah dan biru. (jpg)