SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Jadi Laboratorium Musik Etnik dan Ekonomi Kreatif, SIMfes Sawahlunto Raih Penghargaan Kharisma Event Nusantara

1
×

Jadi Laboratorium Musik Etnik dan Ekonomi Kreatif, SIMfes Sawahlunto Raih Penghargaan Kharisma Event Nusantara

Sebarkan artikel ini
PIAGAM PENGHARGAAN— Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menyerahkan Piagam Kharisma Event Nusantara (KEN) kepada SIMFes dan komunitas Sawahlunto Youth Movement (SYM).

SAWAHLUNTO, METRO–Wakil Wali Kota Sa­wahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Utusan Khu­­­sus Presiden bidang Ekonomi Kreatif Yovie Wi­dianto dalam malam puncak Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) yang digelar di Silo.

Pada kesempatan ter­sebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menyerahkan Pia­gam Kharisma Event Nusantara (KE­N) kepada SIMFes dan komunitas Sawahlunto Yo­uth Movement (SYM) sebagai bentuk pengakuan atas kon­tribusi mereka da­lam pe­ngembangan seni musik dan pertunjukan di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Utusan Khusus Presiden Yovie Widianto menyampaikan bahwa SIMFes merepresentasikan tiga nilai utama, yaitu edukasi musik yang terstruktur, ruang tumbuh bagi eko­nomi kreatif lokal, serta pemberdayaan potensi seni masyarakat sebagai kekuatan budaya dari kota warisan dunia UN­ESCO.

“SIMFes adalah contoh bagaimana musik dapat menjadi ruang belajar, medium ekonomi, dan wahana pelestarian budaya se­kaligus,” ujar Yo­vie.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah menegaskan bahwa SIMFes kini menjadi ‘laboratorium musik etnik’ yang tidak hanya menghidupkan kembali sejarah Orkes Gumarang, tetapi juga memperluas ruang pembelajaran mu­sik bagi generasi mu­da.

Jeffry menjelaskan bah­­­­wa aspek edukasi SIM­­­­­Fes diperkuat melalui kolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang menghadirkan kelas dan dialog sejarah musik bersama pa­ra pakar serta praktisi seni.

“Di sisi lain, nilai eko­no­mi SIMFes tumbuh me­lalui aktivitas UMKM kuliner serta kolaborasi de­ngan Festival Batik Sumatera Barat, yang menampilkan dan memasarkan busana batik lokal. Sinergi ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kreatif di Sawahlunto,” sebut Jeffry.

“Penyelenggaraan SIM­Fes 2025 menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto dalam mengintegrasikan seni, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai pilar pembangunan berkelanjutan di kota warisan dunia tersebut,” timpal Jeffry. (pin)