BERITA UTAMA

Tinggalkan Dunia Politik, SBY Mengaku Lebih Bebas

0
×

Tinggalkan Dunia Politik, SBY Mengaku Lebih Bebas

Sebarkan artikel ini
ORASI ILMIAH— Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampaikan orasi ilmiah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

SURABAYA, METRO–Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan orasi ilmiah usai menerima penghargaan 10 Nopember dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (11/11).

Dalam orasi ilmiahnya, SBY mengaku telah meninggalkan dunia politik dan kini menjalani hidup sebagai seniman. Jalan hidup sebagai seni­man ini membuat SBY me­rasa lebih bebas dalam me­ng­ekspresikan pera­saan­nya.

“Sempat ditanya oleh Pak Nuh (Prof. Mohammad Nuh, Ketua Majelis Wali Amanat ITS) dan Pak Rektor (Bambang Pramujati), ‘Pak SBY, nanti Bapak pakai PowerPoint tidak?” tutur SBY menirukan ucapan Nuh dan Bambang.

Dengan gaya bercanda, SBY pun mengatakan bahwa ia sudah lama tak menggunakan slide PowerPoint untuk presentasi, lantaran kesibukannya se­karang adalah bermain musik, membuat puisi, novel, dan berolahraga.

“Saya bilang, wah, saya sudah lama tidak pakai Power Point. Saya ini seka­rang seniman, dunia saya melukis, bermain musik, membuat puisi, novel, sam­bil membina olahraga,” kelakar SBY, yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

SBY mengaku kesibukannya menjadi seniman membuat ia lebih merasa bebas. apalagi, ia tidak lagi terikat oleh tatanan protokoler, seperti saat ia menjabat sebagai menteri era Gus Dur dan Megawati hingga menjadi Presiden.

“Saya lebih merdeka sekarang berbicara, karena tidak lagi diikat oleh proto­koler tatanan yang ka­dang-kadang membuat seseorang terbelenggu. I am free now as an artist,” tutur tokoh kelahiran Pacitan itu.

“Sehingga Pak Rektor, saya tidak akan menyampaikan orasi ini secara atau terlalu akademis. Biarkan ini sebuah conversation, biar mengalir begitu saja. Yang penting ada dialog diantara kita,” imbuh SBY.

SBY juga memberikan alasan tidak menyinggung kebijakan pemerintah da­lam orasi ilmiah di ITS. menurut dia, kebijakan pemerintah menjadi domain Presiden Prabowo Subianto, dan ia tidak ingin mencampurinya.

“Itu domain Presiden Prabowo dan jajaran yang beliau pimpin. Saya mendukung berbagai agenda dan kebijakan presiden. Karena saya tahu niatnya benar, tujuannya benar, arahnya benar,” pungkas SBY.

Sebelumnya, SBY baru saja menerima penghargaan 10 Nopember oleh ITS Surabaya. Ia dinilai memberikan banyak kontribusi bagi bangsa Indonesia.

Selain SBY, sebelumnya ITS juga memberikan peng­hargaan serupa kepada sejumlah tokoh, seperti Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Presiden ke4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ekonom Emil Salim, hingga Presiden Prabowo Subianto. (jpg)