PADANG, METRO–Di tengah geliat wisata halal yang terus berkembang, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar menghadirkan inovasi yang menyentuh aspek paling mendasar dalam ibadah umat, yakni ketepatan arah kiblat.
Dengan menggandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, program kalibrasi arah kiblat di hotel dan restoran kini digulirkan sebagai upaya Kementerian Agama menghadirkan ruang publik yang nyaman, pasti, dan bernilai ibadah.
Langkah ini diawali dengan audiensi yang dihadiri Ketua PHRI, Rina Pangeran bersama pengurus, Plt. Kakanwil diwakili Ketua Tim Kerja Hisab Rukyat sekaligus Sekretaris Satgas Halal, Ikrar Abdi, bersama Ihsanul Fikri, Yuni Rahayu, dan Nova Fatma, Senin (10/11).
Ia mejelaskan, kalibrasi kiblat ini bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan fundamental dalam memastikan sahnya ibadah salat umat muslim, khususnya di ruang publik seperti hotel, restoran, dan fasilitas umum lainnya.
“Setiap hotel dan restoran umumnya memiliki musala atau ruang ibadah yang digunakan publik, bahkan untuk kegiatan keagamaan seperti salat tarawih saat Ramadan. Karena itu, memastikan arah kiblat yang akurat menjadi hal yang sangat penting,” ujar Ikrar.
Program ini disambut antusias oleh pengurus PHRI Sumbar. Mereka mengaku baru memahami sejauh mana pentingnya kalibrasi arah kiblat bagi kenyamanan dan kepastian ibadah tamu. PHRI pun menyatakan siap mendukung penuh program tersebut serta akan menyosialisasikannya kepada seluruh anggota di kabupaten dan kota.
“Mereka menunggu surat resmi dari Kanwil Kemenag sebagai dasar pelaksanaan di lapangan. Bahkan, ada permintaan agar kalibrasi juga dilakukan di setiap kamar hotel dan itu memungkinkan,” tambah Ikrar.
Ikrar menjelaskan, setiap tempat yang telah dikalibrasi nantinya akan menerima sertifikat arah kiblat sebagai bukti sahih dan menjadi bagian dari penilaian tingkat bintang hotel. Program ini akan dijalankan secara bertahap dan serentak di seluruh Sumatera Barat oleh tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag bersama Kemenag kabupaten/kota.
Ikrar menyebutkan, sebagai langkah awal dan gerak cepat dari program ini akan dimulai dengan kalibrasi arah kiblat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebagai langkah awal sinergi bersama PT Angkasa Pura Padang/InJourney.
Secara terpisah, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Edison menyambut baik program ini dan menyampaikan apresiasi kepada Pengurus PHRI Sumbar. Menurutnya gagasan ini lahir dari semangat pelayanan dan tanggung jawab moral Kementerian Agama dalam menjaga ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari syarat sah ibadah.
“Kalibrasi arah kiblat ini bukan sekadar urusan teknis, tetapi bentuk pelayanan nyata kepada umat. Kita ingin memberi kepastian dan kenyamanan beribadah di mana pun mereka berada, termasuk saat menginap atau beraktivitas di hotel dan restoran,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Daerah tentang Pariwisata Halal di Sumatera Barat, sekaligus mendukung upaya menciptakan ekosistem wisata yang religius, aman, dan inklusif.
“Ini bagian dari upaya membangun Sumatera Barat sebagai destinasi wisata ramah muslim yang sesungguhnya. Bukan hanya pada makanan halal, tapi juga pada fasilitas ibadah yang akurat dan terjamin arah kiblatnya,” sebut Edison.
“Kita ingin setiap tamu yang datang ke ranah Minang, merasa yakin bahwa di mana pun ia salat arah kiblatnya tepat, ibadahnya sah, dan hatinya tenang,” pungkas Edison
Kalibrasi Arah Kiblat di BIM
Sebelumnya, Kanwil Kemenag juga sudah melakukan kalibrasi arah kiblat di kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kalibrasi (ketepatan) arah kiblat perdana setelah audiensi dengan PHRI, tim melakukan kalibrasi di tiga lokasi di kawasan bandara, musala area keberangkatan, mushala area kedatangan, dan mushola Kantor Otoritas Bandara Wilayah VI.
Kegiatan ini dilaksanakan Tim Hisab Rukiyat dibawah Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sumbar dipimpin Ketua Tim Kerja, Ikrar Abdi, bersama tim serta didampingi Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, Irsyad, dan Kepala KUA Batang Anai, Alfitra Kusasri. Proses pengukuran arah kiblat dilakukan menggunakan alat Theodolite untuk memastikan ketepatan arah.
Ikrar mengatakan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak Angkasa Pura II. “Hari ini kami mengkalibrasi tiga titik, mushala di area keberangkatan dan kedatangan dan kantor Otban. Selanjutnya, akan dilanjutkan pada empat titik lainnya, termasuk area internasional,” ujar Ikrar Abdi.
Ikrar menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Kanwil Kemenag Sumbar dan pihak pengelola bandara untuk memastikan setiap mushala dan masjid di area publik memiliki arah kiblat yang sesuai standar Kementerian Agama.
“Ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program wisata ramah muslim. Dengan arah kiblat yang akurat, jamaah akan merasa lebih tenang dan nyaman saat beribadah di bandara,” jelasnya.
Sementara itu, Rinaldo, selaku Airport Operation Landside, Terminal and Service Department Head, mengungkapkan hasil pengukuran menunjukkan adanya perbedaan arah kiblat di beberapa titik.
“Setelah diukur, ada perbedaan yang perlu disesuaikan agar penumpang merasa nyaman beribadah. Ke depan, kami akan menyesuaikan arah kiblat sesuai standar yang telah diukur Kemenag. Sertifikat resmi dari Kementerian Agama nantinya akan kami tempelkan di setiap area ibadah,” jelasnya. (*/ren)






