OTORITAS Turki secara resmi telah menangkap delapan orang, termasuk petinggi klub liga teratas, dalam penyelidikan dugaan judi pertandingan sepak bola. Federasi Sepak Bola Turki (TFF) juga menskors 1.024 pemain sambil menunggu penyelidikan disiplin.
Langkah ini diambil setelah TFF pada awal November melakukan tindakan tegas dengan menskors 149 wasit dan asisten wasit. Dalam penyelidikan itu, menemukan bahwa para ofisial lapangan yang bekerja di liga profesional Turki terbukti bertaruh pada pertandingan sepak bola.
Kantor berita milik negara Turki Anadolu, melaporkan bahwa pengadilan telah memutuskan untuk menahan salah satu petinggi klub Eyupspor Murat Ozkaya dan tujuh orang lainnya sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut.
Sementara pihak klub yang kini berada di peringkat ke-17 Liga Super Turki itu belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar mengenai penangkapan Ozkaya yang mengejutkan pencita olahraga ini di negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataan resmi, TFF menyatakan telah mengirimkan 1.024 pemain dari semua liga ke Dewan Disiplin Sepak Bola Profesional (PFDK) sebagai bagian dari penyelidikan, termasuk 27 pemain dari Liga Super Turki, yang semuanya telah diskors.
Di antara 27 pemain tersebut terdapat pemain dari klub juara bertahan yang paling terkenal di dunia, Galatasaray dan rival mereka sesame klub Istanbul, Besiktas, di antara klub-klub kecil lainnya.
“Karena pemindahan 1.024 pemain sepak bola ke PFDK sebagai tindakan pencegahan terkait masalah judi pertandingan sepak bola ini, negosiasi telah dimulai dengan FIFA untuk memberikan periode transfer dan registrasi selama 15 hari di samping periode transfer musim dingin 2025/2026,” pembukaan pernyataan Federasi
“Bursa transfer darurat ini hanya terjadi di Tingkat nasional (sepak bola Turki) agar klub-klub yang kehilangan pemainnya (karena sedang dilakukan penyelidikan tersebut) dapat melengkapi kekurangan skuad,” demikian pernyataan resmi TFF.
TFF juga menyatakan bahwa pertandingan di liga tingkat kedua dan ketiga ditangguhkan selama dua minggu ke depan, sementara media lokal melaporkan bahwa dewan TFF akan mengadakan rapat luar biasa pada Selasa (11/11) siang waktu setempat.
Badan sepak bola dunia FIFA tidak segera menanggapi permintaan komentar yang diajukan beberapa media, salah satunya Reuters terkait penyelidikan tersebut dan permintaan TFF untuk jendela transfer 15 hari.
Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu menggambarkan situasi ini sebagai krisis moral dalam sepak bola Turki. Investigasi yang dilakukan TFF sendiri mengungkapkan bahwa 371 dari 571 wasit aktif di liga profesional Turki memiliki akun judi, dan 152 di antaranya aktif berjudi.
Satu wasit telah bertaruh 18.227 kali dan 42 wasit masing-masing bertaruh pada lebih dari 1.000 pertandingan sepak bola. Wasit lainnya diketahui hanya bertaruh sekali meski aktif sebagai pengadil di lapangan. (jpg)






