BERITA UTAMA

Golkar: Penganugerahan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional Wujud Rekonsiliasi Bangsa

0
×

Golkar: Penganugerahan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional Wujud Rekonsiliasi Bangsa

Sebarkan artikel ini
PAHLAWAN NASIONAL— Presiden Ke-2 RI Soeharto yang dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional.

JAKARTA, METRO–Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas peng­anuge­rahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 RI Soeharto dan sembilan tokoh bangsa lainnya.

“Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya kepada Pre­siden Prabowo Subianto, yang telah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 RI Soe­harto atau Pak Harto. Ini merupakan bentuk peng­­­hor­matan negara ter­ha­dap jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara Indonesia,” ujar Sar­muji dalam kete­rangan­nya di Jakarta, Senin.

Menurut Sarmuji, penganugerahan tersebut bukan sekadar penghargaan atas peran besar Soeharto dalam pembangunan nasional, tetapi juga pengakuan atas dedikasinya yang telah dimulai jauh sebelum menjabat sebagai presiden.

“Pak Harto berperan penting, baik pada masa prakemerdekaan, pascakemerdekaan, maupun selama menjadi presiden yang memimpin pembangunan bangsa selama lebih dari tiga dekade,” katanya.

Sarmuji juga menyinggung peran Soeharto da­lam sejarah Partai Golkar. Ia menyebut Soeharto se­ba­gai Dewan Pembina yang menerapkan semangat ka­rya kekaryaan da­lam mem­bangun Indonesia.

“Pak Harto menerjemahkan pikiran Bung Karno yang melahirkan ga­ga­san awal tentang ‘golongan fungsional’. Ide besar itu kemudian diwujudkan Pak Harto menjadi kekuatan sosial-politik konkret dalam bentuk Golkar,” je­las­nya.

Ia menilai penghargaan negara kepada Soeharto menjadi pengingat bagi generasi penerus Golkar untuk terus meneladani semangat pengabdian dan kerja keras dalam membangun bangsa.

“Golkar lahir dari semangat pengabdian, bukan sekadar kekuasaan. Penganugerahan ini meneguhkan kembali akar ideologis dan historis Partai Golkar sebagai bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Sarmuji menambahkan, Soeharto telah menorehkan jejak sejarah yang membentuk wajah Indonesia modern. “Beliau bukan hanya membangun infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mewariskan stabilitas dan tata kelola pembangunan yang menjadi fondasi kemajuan Indonesia hari ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sarmuji menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh lain, termasuk Gus Dur, memiliki makna simbolik yang mendalam.

“Ini adalah simbol rekonsiliasi nasional. Mes­kipun Gus Dur pernah mem­bubarkan Golkar, me­ng­ingat jasanya yang juga besar bagi bangsa, Golkar mendukung dan ikut se­nang atas gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Gus Dur,” tuturnya. (*)