SOLOK, METRO–Bagi Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, Kota Cerdas (Smart City) merupakan strategi pembangunan daerah yang sangat penting. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, smart city perlu diterapkan.
Hal ini disampaikan Wal Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra saat menerima Penganugerahan Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025. Penghargaan ISNA ini merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi yang diterima Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra yang dinilai berprestasi dalam pengembangan smart city di Kota Solok.
Kota Solok berdasarkan hasil penilaian City Asia, berhasil meraih penghargaan tersebut. Penghargaan kategori Best food resilience yang diraih Kota Solok lantaran dinilai berhasil meregenerasi melalui pembinaan petani muda yang secara khusus membidik usia produktif millenial.
Tidak tanggung tanggung, Kota Solok dinilai memiliki Indeks Ketahanan Pangan tinggi mencapai angka 92 dengan status ketahanan pangan 100 yakni Sangat Tahan.
Hal ini merefleksikan komitmen, kebijakan, dan inovasi yang telah ditunjukkan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip kota cerdas (smart city) di daerah.
Saat menerima penghargaan itu, Wali Kota Solok didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Nurzal Gustim, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Hendrik, Kepala Bagian Perekonomian Lusya Adelina dan Pranata Humas Ahli Muda Yopi Permana.
Atas penghargaan yang diraih, Ramadhani pun menyampaikan ucapan terima kasihnya atas apresiasi City Asia yang menilai Kota Solok sebagai salah satu daerah dengan Ketahanan pangan atau food resilience.
Ini lanjutnya menunjukan kemampuan sistem pangan untuk menghadapi, menyerap, pulih dari, dan beradaptasi terhadap gangguan seperti perubahan iklim atau krisis dengan melibatkan masyarakat. Hal ini memastikan pasokan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau bagi semua orang.
“Tentunya apresiasi ini bukan sebuah tujuan, akan tetapi menjadi sebuah motivasi untuk berbuat lebih baik,” ujarnya memotivasi.
Menurut Ramadhani, pengakuan ini diyakininya bahwa Kota Solok secara bertahap telah bergerak ke arah yang semestinya dalam kerangka mewujudkan Smart City yang mewujudkan pelayanan terbaik kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Solok.
Dalam acara yang dihadiri oleh Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kementerian Dalam Negeri Dr. Drs. Amran, M.T., Kepala Daerah, Akademisi, Pelaku industri, serta mitra pembangunan nasional yang turut berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia sebagai Bangsa Cerdas (Smart Nation), bagi Kota Solok merupakan sebuah cambuk untuk terus berbuat dan berbuat demi kemajuan daerah.
Acara yang digelar PT. Citi Asia Internasional (Citiasia) yang merupakan firma konsultan nasional yang berfokus kepada layanan manajemen strategis, upaya transformasi digital, dan pengembangan kota cerdas (smart city).
Sejak tahun 2015, City Asia telah secara konsisten dan aktif mendukung pemerintah pusat maupun daerah dalam mewujudkan visi pembangunan kota cerdas yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai salah satu pionir dalam pengembangan konsep Smart City di Indonesia, Citiasia turut berperan penting dalam merumuskan kerangka kerja (framework) Gerakan 100 Smart City, sebuah panduan strategis pembangunan kota cerdas yang kemudian diadopsi dan diimplementasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Framework tersebut telah menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun Masterplan Smart City, yang berfokus pada enam pilar utama : smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment.
Melalui kontribusi tersebut, Citi Asia berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat demi menciptakan kota yang berdaya saing, berkelanjutan, serta adaptif terhadap perubahan zaman dan tantangan global.
Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) sebagai bentuk apresiasi tahunan bagi pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja unggul, inovasi, serta komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola dan pembangunan daerah yang berbasis konsep kota cerdas.
ISNA menjadi wadah inspiratif untuk saling berbagi praktik terbaik (best practices) antar daerah, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi menuju Indonesia yang lebih maju dan cerdas.
Tahun ini, ISNA 2025 diselenggarakan dengan tema : “Co-Creating The Future of City Branding through Sustainable Ecology & Food Resilience Innovation”. Tema ini mencerminkan tantangan dan peluang baru dalam membangun masa depan daerah yang berdaya tahan dan berkelanjutan.
ISNA tahun ini mengangkat tiga fokus utama, yaitu:. Penguatan identitas daerah (city branding) sebagai strategi meningkatkan daya saing dan kebanggaan lokal, . Keberlanjutan lingkungan (ecology) sebagai komitmen menjaga keseimbangan pembangunan dengan pelestarian alam, dan Ketahanan pangan (food resilience) sebagai pilar kemandirian dan keberlanjutan kehidupan masyarakat. (**)






